Bangkit dari Bullying, Pemuda Disabilitas Surabaya Raup Rp 4,5 Juta Sehari di Piala Presiden 2026
Sarah Elnyora Rumaropen August 05, 2026 10:45 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Piala Presiden 2026 menjadi bukti nyata hadirnya ruang inklusif serta harapan baru bagi masyarakat disabilitas.

Eza Dharmawan Putra (24), pemuda disabilitas asal Surabaya yang sempat menarik diri akibat korban bullying, kini sukses menjajal dunia usaha lewat Paguyuban Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Disabilitas Mandiri Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya, Jawa Timur. 

Tak tanggung-tanggung, lapak jualan es teh, sosis, dan kentang goreng yang dijaganya mampu meraup omzet hingga Rp 4,5 juta pada hari pertama.

Keterampilan memproduksi seluruh makanan tersebut didapatkan Eza lewat pelatihan di Kedaibilitas binaan Andi Fuad Rachmadi, di mana Eza telah bergabung sejak 2022 lalu.

Baca juga: Gagal ke Final Piala Presiden, Marcos Santos Tegaskan Arema FC Tetap Bidik Kemenangan atas Persija

"Ini pertama kali jualan di stadion, biasanya di mall. Alhamdulillah jualan sangat laris, meskipun capek sangat puas," kata Eza Dharmawan kepada SURYAMALANG.COM.

"Hari pertama saja, kedaibilitas yang saya jaga dapet 4.5 juta," tambah pria berusia 24 tahun itu.

Nominal sebesar itu tidak pernah didapatkan Eza ketika berjualan setiap hari di rumah maupun berkeliling.

"Jadi lebih semangat. Uangnya saya tabung untuk beli sepeda," pungkasnya.

Bangkit dari Bullying dan Harapan

Pembina Kedaibilitas, Andi Fuad Rachmadi, mengaku senang melihat anak binaannya mendapat semangat baru.

Pada ajang Piala Presiden 2026 ini, terdapat tiga anak binaannya yang ikut terlibat.

Baca juga: Hadapi Persib di Final Piala Presiden 2026, Pelatih Persebaya Sudah Siapkan Strategi Khusus

Andi bercerita, Eza Dharmawan menjadi salah satu korban bullying sejak SMP hingga SMK yang akhirnya putus sekolah.

"Dulu dia tidak berani keluar selama empat tahun, di rumah saja. Kemudian sama keluarga dibawa ke saya dan kami terapi. Sekarang dia sudah bagus," kata Andi Fuad.

Merasa ajang ini memberikan manfaat besar bagi anak binaannya, ia berharap kuota UMKM untuk disabilitas pada gelaran Piala Presiden selanjutnya dapat ditambah.

"Agar bisa lebih banyak menerima manfaat," pungkasnya.

Inklusivitas sebagai Nilai Utama Piala Presiden

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) atau Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, menyebut keterlibatan penyandang disabilitas adalah value lain yang akan terus didorong.

"Memang kami libatkan disabilitas karena asalnya inklusivitas. Piala presiden ini asalnya itu hiburan untuk rakyat memberi dampak ekonomi. Tentu kami ingin kasih masyarakat yang inklusif, bukan hanya masyarakat tertentu," kata Tsamara.

Apalagi Tsamara menilai masyarakat disabilitas masa kini semakin luar biasa.

Baca juga: Pelatih Arema FC Sentil Semifinal Piala Presiden Tanpa Penonton: Laga Sebesar Ini Sangatlah Buruk

Di bidang olahraga pun, tidak jarang atlet-atlet disabilitas memberikan kontribusi luar biasa untuk Indonesia.

"UMKM walaupun itu disabilitas, itu bukan berarti mereka orang yang tidak sempurna, mereka bisa berjualan. ketum PSSI ke GBT, dan nyobain, makanannya enak. Kemarin saya juga nyobain, jualan sosis, kentang, enak semua," ucapnya.

"Ini yang sebenarnya kami hidupkan di Piala Presiden kali ini. Bagaimana bukan hanya UMKM, tapi keluarga, perempuan, disabilitas, dimana inklusivitas seperti itulah sebagai value Piala Presiden yang kami dorong," pungkas Tsamara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.