– Pusat data kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi sasaran baru dalam eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Perkembangan ini menandai meluasnya target serangan dari infrastruktur energi ke fasilitas digital yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Kini, perhatian beralih ke pusat data AI yang menjadi tulang punggung layanan komputasi awan dan pengembangan kecerdasan buatan.
Laporan tersebut menyebut Iran menyerang beberapa pusat data di negara-negara tetangga, sementara Amerika Serikat dikabarkan membalas dengan menyerang sebuah pusat data di Iran.
Selama ini pusat data lebih sering menjadi sasaran serangan siber.
Namun, penggunaan rudal atau serangan bersenjata terhadap fasilitas tersebut disebut sebagai perkembangan baru yang memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan infrastruktur digital global.
Sedikitnya lima pusat data di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran serangan sejak konflik meningkat.
Salah satunya adalah fasilitas Amazon Web Services (AWS) di Bahrain yang disebut kembali diserang Iran pada akhir Juli.
Amazon menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Namun, pemantau layanan AWS mencatat adanya gangguan operasional di wilayah Bahrain sejak serangan pertama pada 30 April, sementara citra satelit disebut memperlihatkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Iran juga menyatakan pusat data merupakan target militer yang sah.
Menurut pemerintah Iran, fasilitas-fasilitas tersebut mendukung komputasi awan yang digunakan untuk kepentingan intelijen dan militer Amerika Serikat.