Sumur Mulai Mengering, BPBD Bandar Lampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 398 KK
Noval Andriansyah August 05, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau dan terhentinya pasokan pipa jaringan air minum mulai dirasakan langsung oleh ratusan warga di kawasan pesisir dan perbukitan Kota Bandar Lampung.

Baca juga: Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Lampung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Merespons kondisi darurat kekeringan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Bandar Lampung langsung mengerahkan armada tangki air ke wilayah Kecamatan Panjang dan Kecamatan Sukabumi pada Rabu (5/8/2026). 

Sebanyak 398 kepala keluarga (KK) atau setara 1.312 jiwa kini menggantungkan kebutuhan harian mereka pada bantuan pasokan air darurat.

Warga mengaku kesulitan mendapatkan air lantaran sumur gali milik pemukiman mulai mengering total dan aliran Perusahaan Air Minum (PAM) terhenti sementara.

Penyaluran air bersih ini difokuskan di beberapa titik rukun tetangga (RT) yang mengalami dampak krisis paling parah.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengonfirmasi bahwa langkah cepat ini diambil sebagai bentuk tanggap darurat atas laporan warga yang kian terdesak.

"Distribusi air bersih dilakukan karena sementara ini aliran PAM tidak berjalan dan sumur warga mengalami kekeringan, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih," ujar Idham, Rabu (5/8/2026).

Sebaran Wilayah Penerima Bantuan

Idham merincikan, pendistribusian air bersih di Kecamatan Panjang menyasar pemukiman warga di Jalan Raya Suban, Kelurahan Pidada, tepatnya di RT 13 Lingkungan 1 (Blok A, B, dan C) dengan total 285 KK atau 851 jiwa.

Sementara di Kecamatan Sukabumi, armada tangki menyisir warga Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga (RT 17 dan RT 18 Lingkungan 2), yang mencakup 113 KK atau sekitar 461 jiwa.

Imbau Warga Segera Lapor Kelurahan

BPBD memastikan pasokan air bersih akan terus disalurkan guna menjamin kebutuhan dasar harian masyarakat terpenuhi hingga aliran PAM kembali normal dan debit air sumur pulih.

Pihaknya juga meminta RT, lurah, maupun warga di wilayah lain yang mulai mengalami krisis air bersih untuk segera melapor agar dapat segera didata dan dijadwalkan pengirimannya.

"Laporan cepat dari masyarakat akan memudahkan petugas melakukan pendataan, sehingga penyaluran air bersih dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan," tutup Idham.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.