Tribunlampung.co.id, Kalimantan Timur - Nasib apes pria di Samarinda, Kalimantan Timur, satu ini karena berakhir terikat di tiang listrik. Diduga pria berinisial SG (46) tersebut telah membawa lari istri orang berinisial BR (32).
Baca juga: Kadus Jadi Tersangka Perzinaan setelah Tepergok Keluar dari Kamar Istri Orang
Alhasil laki-laki berinisial SG tersebut tidak dapat melarikan diri sampai aparat kepolisian datang di lokasi kejadian.
Kelakuan SG membuat warga dan pihak keluarga wanita BR murka hingga meluapkan kekesalan kepada pelaku yang berambut gondrong itu.
Kemarahan warga yang memuncak membuat SG sempat diseret dan diikat di tiang listrik. Insiden ini bermula ketika BR meninggalkan rumahnya tanpa pamit kepada suami dan anaknya pada Selasa (4/8/2026).
Keberadaan sang istri yang tiba-tiba menghilang membuat suaminya panik, terlebih kondisi BR yang diketahui sedang sakit.
Pencarian intensif langsung dilakukan oleh keluarga hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil.
Titik terang akhirnya muncul setelah seorang warga melihat BR berada di sekitar sebuah rumah ibadah yang tidak jauh dari permukiman mereka.
Mendapat informasi tersebut, suami, kerabat, serta warga sekitar langsung mendatangi lokasi.
Saat ditemukan, BR tampak dalam keadaan kebingungan, sementara SG didapati masih tertidur.
Warga yang geram kemudian membangunkan SG untuk dimintai keterangan.
Namun, jawaban yang diberikan dinilai berbelit-belit dan tidak masuk akal sehingga memicu amarah warga yang berujung pada tindakan pengikatan di tiang listrik.
Perwira Pengamanan dan Patroli (Pamapta) I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan adanya pengamanan seorang pria oleh warga di Jalan Pangeran Suryanata akibat dugaan membawa lari istri orang.
"Pria yang diamankan ini diduga membawa lari istri orang," katanya dikutip dari TribunKaltim.co.
Pihak kepolisian kemudian mengarahkan suami korban untuk membuat laporan resmi di Polsek Samarinda Ulu guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, pria tersebut langsung diamankan petugas untuk menghindari tindakan main hakim sendiri oleh warga.
"Sedangkan pelaku juga kami amankan dan diserahkan ke Polsek Samarinda Ulu untuk proses hukum lebih lanjut," tutupnya.
Hingga kini, Polsek Samarinda Ulu masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (*)