Sambut Seperempat Abad Hari Lahir, LLMB Tegaskan Tetap Kritis Kawal Kepentingan Masyarakat Melayu
Nolpitos Hendri August 05, 2026 11:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Melayu di Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.

Organisasi tersebut menyatakan tetap menjalin kemitraan dengan pemerintah, namun tidak akan mengurangi sikap kritis terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berdampak pada kepentingan masyarakat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-25 LLMB yang akan digelar di Hotel Aryaduta Pekanbaru pada Sabtu, 22 Agustus 2026 mendatang.

Perayaan seperempat abad organisasi ini diperkirakan dihadiri lebih dari seribu peserta dari seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LLMB di Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara, Forum Perserikatan Laskar Melayu, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai elemen masyarakat. Panitia juga mengundang Gubernur Riau, para kepala daerah, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD, BEM, hingga tokoh masyarakat.

Panglima Pucuk DPP LLMB Riau, Kepri, dan Sumut, Datuk Besar Ismail Amir, SH, MH, didampingi Panglima Harian DPP LLMB Datuk Erfan Panca Putra dan Sekretaris Jenderal DPP LLMB Datuk Jufrizal, mengatakan, usia 25 tahun menjadi bukti bahwa LLMB mampu bertahan sebagai organisasi yang mandiri sekaligus tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Melayu.

"Alhamdulillah, di usia ke-25 tahun ini LLMB terus berkembang. Organisasi ini berdiri secara mandiri. Kita saling membantu dan terus menjaga kebersamaan agar organisasi tetap kuat," ujar Ismail Amir di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Menurut Ismail, LLMB selama ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga aktif menyuarakan berbagai persoalan masyarakat.

Beragam isu seperti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), persoalan agraria, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak bagi masyarakat menjadi perhatian organisasi.

Ia mencontohkan, LLMB telah menyampaikan sikap kepada Polda Riau terkait persoalan kelangkaan BBM dan berharap pemerintah pusat segera memberikan solusi terhadap kondisi yang terjadi di daerah.

Selain itu, organisasi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kebangsaan dan sosial, termasuk dalam isu Rempang, Galang, serta penanganan bencana alam di Sumatera Barat.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kalau Riau maju, kita semua menikmatinya. Sebaliknya kalau Riau menghadapi persoalan, kita juga harus bersama-sama mencari solusinya," katanya.

Ismail menegaskan, LLMB akan terus bermitra dengan pemerintah, namun tetap bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

LLMB juga menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di Kota Pekanbaru, khususnya di kawasan Panam dan Kecamatan Binawidya.

Organisasi berharap kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi sentra pendidikan yang tertata, sekaligus meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan banjir, tetapi juga serius mengatasi kemacetan yang terus meningkat.

Selain itu, LLMB mengaku terus mengawal persoalan pertanahan, termasuk proses penerbitan surat tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Organisasi bahkan telah melaporkan dugaan persoalan tertentu kepada Polda Riau agar mendapat perhatian aparat penegak hukum.

Ismail juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggunakan nama maupun logo yang sama dengan LLMB sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP LLMB Datuk Jufrizal mengatakan rangkaian Harlah ke-25 akan diisi dengan pemutaran kilas balik perjalanan organisasi selama seperempat abad, termasuk perjuangan LLMB memperjuangkan hak-hak adat masyarakat Melayu.

Menurutnya, momentum tersebut juga akan dimanfaatkan untuk kembali menyuarakan aspirasi terkait dana bagi hasil (DBH), persoalan kawasan hutan, pengembalian hak masyarakat adat, serta harapan agar persoalan hukum yang menjerat kepala daerah di Riau tidak kembali terulang.

"Kami ingin terus menyuarakan kepentingan masyarakat. Persoalan hak-hak masyarakat adat harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, dan kami juga berharap agar kepala daerah di Riau tidak lagi terlibat dalam persoalan hukum," ujar Jufrizal.

Ia juga mengajak seluruh laskar Melayu memperkuat persatuan dan menjaga marwah Melayu dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Riau.

Tentang Lembaga Laskar Melayu Bersatu

Lembaga Laskar Melayu Bersatu adalah sebuah organisasi kemasyarakatan dan budaya yang bergerak untuk menjaga, melestarikan, dan memperkuat jati diri, budaya, serta nilai-nilai luhur masyarakat Melayu, khususnya yang berada di wilayah Riau dan sekitarnya.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Tujuan Utama

  • Melestarikan budaya, bahasa, adat istiadat, dan sejarah Melayu agar tidak hilang tergerus zaman.
  • Mempererat persaudaraan dan persatuan antar suku serta golongan dalam semangat kekeluargaan khas Melayu.
  • Membela hak-hak dan kepentingan masyarakat Melayu agar tetap sejajar dan dihargai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Mengajarkan nilai-nilai sopan santun, kesantunan, dan keadilan yang menjadi ciri khas budaya Melayu.

2. Bidang Kegiatan

  • Bidang Budaya: Mengadakan pentas seni, pertunjukan musik tradisional, pertunjukan silat, lomba berbahasa Melayu, serta penelitian sejarah Melayu.
  • Bidang Sosial: Membantu masyarakat yang membutuhkan, menjaga kerukunan antarwarga, dan menjaga keamanan lingkungan.
  • Bidang Pendidikan: Menggalakkan penggunaan bahasa Melayu yang baik dan benar, serta mengenalkan sejarah leluhur kepada generasi muda.
  • Bidang Persatuan: Menjadi wadah berkumpulnya anak bangsa yang berdarah Melayu untuk bersatu hati menjaga tanah air.

3. Makna Nama

Kata "Laskar" melambangkan semangat juang, kesetiaan, dan kesigapan untuk menjaga amanah. Kata "Melayu" menunjukkan identitas dan akar budaya yang dijaga. Sedangkan "Bersatu" menegaskan bahwa kekuatan terbesar ada pada persatuan dan kesatuan.

4. Prinsip Dasar

Lembaga ini berpegang pada prinsip adat dan agama, yaitu: "Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah", serta menjunjung tinggi persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah Lembaga Laskar Melayu Bersatu atau LLMB

Sejarah Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) bermula dari semangat untuk menjaga jati diri, persatuan, dan marwah masyarakat Melayu, khususnya di wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan sekitarnya.

1. Waktu dan Latar Belakang Berdiri

LLMB didirikan pada tahun 2001, sehingga pada tahun 2026 telah memasuki usia ke-25 tahun.

Organisasi ini lahir dari keprihatinan tokoh-tokoh Melayu terhadap perlunya sebuah wadah yang kokoh untuk mempersatukan berbagai elemen masyarakat Melayu, melestarikan budaya serta bahasa, dan mengawal kepentingan bersama di tengah arus perubahan zaman.

Salah satu tokoh pendiri awal yang dikenal adalah Letjen (Purn) Syarwan Hamid, yang kemudian dilanjutkan dan dikembangkan kepemimpinannya oleh tokoh-tokoh penerus.

2. Perkembangan dan Kepemimpinan

Sejak berdiri, LLMB terus mengembangkan jaringan hingga mencakup wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara, bahkan menjalin silaturahmi dengan persaudaraan Melayu di daerah lain.

Saat ini, kepemimpinan tertinggi dipegang oleh Datuk Besar Ismail Amir, SH., MH. sebagai Panglima Pucuk DPP LLMB, yang terus mengokohkan organisasi agar tetap mandiri dan berperan aktif di masyarakat.

Pada perjalanannya terjadi dinamika internal, antara lain lahirnya sayap atau kelompok bernama Laskar Melayu Bersatu (LMB) Perjuangan pada tahun 2024 yang diketuai oleh Datuk Muhammad Uzer, namun tetap berpegang pada akar sejarah dan persaudaraan yang sama.

3. Perjalanan dan Peran Sepanjang Masa

Sepanjang sejarahnya, LLMB tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga aktif mengawal isu-isu yang menyangkut hajat hidup masyarakat, menjaga nilai adat bersendi syarak, serta bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.

Organisasi ini menegaskan komitmennya sebagai "pagar negeri" yang menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.