TRIBUNMANADO.CO.ID, Ratahan - Wakil Bupati Minahasa Tenggara Fredy Tuda memimpin Apel gelar Pasukan Tanggap Bencana El Nino yang dilaksanakan di lapangan Mapolres Mitra, Rabu 5 Agustus 2026.
Fredy Tuda didampingi Kapolres AKBP Handoko Sanjaya, dan seluruh jajaran pejabat utama Polres Mitra.
Menurut Wabup Fredy Tuda, apel Gelar Pasukan tanggap bencana dampak El-Nino merupakan perwujudan dari UU Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, yang mengedepankan prinsip kesiapsiagaan dan tindakan preventif.
"Kita berkumpul menyatukan visi, menyamakan persepsi, serta mengukur sejauh mana kesiapan riil baik personel maupun infrastruktur pendukung yang kita miliki dalam menghadapi ancaman anomali cuaca ekstrem," ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan Pemkab Mitra mengenai ancaman fenomena iklim global El Nino.
Fenomena ini memicu penurunan curah hujan secara drastis, meningkatkan suhu permukaan, dan memperpanjang masa kemarau.
Di Kabupaten Mitra, dampak nyata dari fenomena ini sudah mulai memicu berbagai persoalan krusial yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak.
Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dimana Kabupaten Mitra memiliki area perkebunan, hutan, dan semak belukar yang luas.
"Kekeringan sedikit saja dapat memicu titik api yang meluas dengan cepat, seperti yang sudah terjadi di kawasan Gunung soputan pada saat ini,” ucap dia.
Menyikapi eskalasi potensi dampak El Nino tersebut, Fredy menyampaikanbeberapa instruksi dan penekanan strategis untuk dipedomani oleh seluruh instansi.
Kesiapsiagaan harus bertumpu pada lima pilar utama (Panca siap) yang saling terintegrasi.
Mulai dari siap perencanaan yakni BPBD bersama instansi teknis harus memperbarui peta risiko bencana (hazard mapping) berbasis kecamatan dan desa guna menentukan skala prioritas penanganan.
Selanjutnya, siap organisasi dimana struktur komando satgas penanggulangan dampak El Nino harus fungsional.
"Alur komunikasi dan pelaporan dari tingkat desa hingga kabupaten tidak boleh terputus atau mengalami birokrasi yang berbelit-belit,” tegasnya.
Sedangkan untuk siap personel, ia meminta agar semua petugas dalam kondisi fisik, mental, dan harus prima.
Tuda juga meminta agar melakukan penyegaran taktis secara berkala agar setiap personel tanggap terhadap situasi darurat.
Untuk siap operasional diartikan agar anggota rutin melakukan pemeriksaan armada mobil pemadan kebakaran.
"Pastikan semua mobil terisi penuh dan peralatannya siap digunakan agar tidak ada kendala saat pemadaman," tandasnya.
(TribunManado.co.id/Nie)