Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Sebanyak 188 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe resmi memulai Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tahun 2026 dengan lokasi pengabdian di 19 desa di Aceh dan Sumatera Utara.
Program tersebut mengedepankan pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan yang berlangsung sejak 24 Juli hingga 22 Agustus 2026.
"Sebanyak 188 mahasiswa akan ditempatkan di 19 desa,” ujar Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN SUNA, Dr Taufiq MA, dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Rabu (5/8/2026).
Di antaranya satu desa di Kabupaten Pidie, tiga desa di Kabupaten Bireuen, tujuh desa di Kabupaten Aceh Utara, satu desa di Kota Lhokseumawe, satu desa di Kabupaten Bener Meriah, tiga desa di Kabupaten Aceh Tengah, dan tiga desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Menurut Taufiq, KPM Mandiri tahun ini mengusung sejumlah tema strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti ekoteologi, pemberdayaan masyarakat, dan literasi digital.
Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.
Baca juga: Isi Pembinaan di UIN SUNA, Direktur Diktis Kemenag: Ketulusan Niat Jadi Fondasi Layanan Kampus Islam
"Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat desa sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan," katanya.
Pelepasan peserta KPM ditandai dengan penyematan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa oleh Wakil Rektor I UIN SUNA, Dr Iskandar, M.S.I, didampingi Wakil Rektor II, Dr Said Alwi, M.A.
Dalam arahannya, Dr Iskandar menegaskan bahwa KPM merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah kepekaan sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
"KPM ini adalah ruang pengabdian yang sesungguhnya.
Mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan dampak nyata, terutama membawa misi membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mengenalkan kampus kepada masyarakat luas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga etika, akhlak, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di desa-desa lokasi KPM.
Baca juga: Tekan Pernikahan Dini dan Perceraian, IPARI Aceh Utara Gandeng UIN SUNA Lhokseumawe Bahas Strategi
"Saya berharap seluruh mahasiswa menjaga etika, akhlak, dan melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pesannya.(*)