55 Tahun Sang Maestro LK Ara Berkarya Dibahas dalam Diskusi Publik dan Film Dokumenter
Mursal Ismail August 05, 2026 11:23 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kiprah maestro sastra Aceh, LK Ara, selama 55 tahun dalam dunia kesusastraan Indonesia, dibahas dalam diskusi publik yang dirangkai dengan pemutaran film dokumenter di Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Dana Indonesiana yang dikelola Kementerian Kebudayaan RI bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Untuk kegiatan diskusi publik dan pembacaan puisi diadakan Di bawah Pohon Rindang (DPR) Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unimal, Kampus Bukit Indah, dibuka Wakil Dekan III, Dr Taufik Abdullah.

Sedangkan nonton film dokumenter LK Ara dilaksanakan dalam ruangan. Dua agenda tersebut adalah tahap ketiga yang kali ini juga diikuti mahasiswa, dosen, pegiat sastra, dan praktisi budaya.

Selain menjadi ruang apresiasi sastra, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses produksi buku dan film dokumenter mengenai perjalanan kreatif LK Ara.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unimal, Harinawati MA kepada Serambinews.com, Rabu (5/8/2026), mengatakan program tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang didukung Dana Indonesiana dengan tema "55 Tahun LK Ara Berkarya".

Baca juga: Pernah Jadi Pusat Peradaban, Kini Budaya Aceh Melemah, Penyair Nasional LK Ara Kupas Begini

"Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Dana Indonesiana dengan tema 55 Tahun LK Ara Berkarya. Beliau merupakan seorang maestro di bidang sastra, khususnya pembacaan puisi.

Kami sangat antusias karena mahasiswa, dosen, dan para praktisi ikut terlibat dalam kegiatan ini," kata Harinawati.

Menurutnya, rangkaian kegiatan pada tahap ketiga diawali dengan diskusi publik yang membahas perjalanan berkarya LK Ara selama 55 tahun, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter yang mengangkat perjalanan hidup dan kiprahnya dalam dunia kesusastraan Indonesia.

Harinawati menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tahapan ketiga dari keseluruhan program. Sebelumnya, tim telah melakukan observasi, riset lapangan, pendokumentasian karya, hingga penyelenggaraan pameran (expo) yang menampilkan perjalanan dan karya-karya LK Ara.

"Ini sudah memasuki tahap ketiga. Tahap pertama kami fokus pada observasi dan pendokumentasian karya-karya beliau, kemudian dilanjutkan dengan expo, dan sekarang diskusi publik serta pemutaran film dokumenter," jelasnya.

Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan bermuara pada dua produk utama, yakni penerbitan buku dan film dokumenter.

Baca juga: Puisi Berantai Mahasiswa Komunikasi Tuai Apresiasi dari Penyair Nasional LK Ara

"Produk kegiatan ini ada dua, yaitu menerbitkan sebuah buku berjudul 55 Tahun LK Ara Berkarya dan menghasilkan film dokumenter yang mengangkat perjalanan serta karya-karya LK Ara," katanya.

Harinawati menambahkan, kegiatan baca puisi bersama LK Ara juga menjadi bagian dari proses produksi film dokumenter yang sedang disusun timnya melalui Program Dana Indonesiana.

Sebelum kegiatan diskusi publik dilaksanakan, tim peneliti telah melakukan kunjungan ke kediaman LK Ara di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali data, mewawancarai narasumber, serta mendokumentasikan perjalanan berkarya penyair yang telah aktif selama 55 tahun. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.