18 Pelajar Asing dari 10 Negara Ikuti Orientasi Rotary Youth Exchange di Tretes Pasuruan
Dyan Rekohadi August 06, 2026 12:04 AM

 

SURYA.CO.ID, PASUARAN - Sebanyak 18 pelajar dari berbagai negara resmi memulai petualangan pertukaran pelajar mereka di Indonesia melalui program Rotary Youth Exchange (RYE) District 3420.

Para siswa ini mengikuti agenda Inbound Students Orientation yang bertempat di The Omala Tretes, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Selama satu tahun penuh, mereka akan bersekolah serta menetap bersama keluarga angkat (host family) di lingkungan yang baru bagi mereka.

Baca juga: Gelar Pelatihan Eco Enzim, Rotary Club Surabaya Kaliasin Dorong Kesadaran Lingkungan

 

Menjadikan Indonesia Rumah Kedua bagi Pelajar Asing

Para peserta yang datang berasal dari sembilan negara sahabat, seperti Jepang, Belgia, Belanda, Prancis, Jerman, Italia, Austria, USA, Brasil, dan Meksiko.

District Governor (DG) Rotary District 3420, Wayan Tur Adnyana secara resmi membuka kegiatan pembekalan itu.

Ia mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan momen ini untuk belajar budaya lokal dan membangun persahabatan yang erat.

"Saya berharap para Inbound Students dapat pulang ke negara masing-masing membawa pengalaman berharga dan cerita indah tentang Indonesia," kata Wayan, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Rotary District 3420 Gelar Outbound Orientation RYE 2026–2027, Siapkan Duta Muda Indonesia Mendunia

 

Bekal Adaptasi dan Aturan Selama Exchange Year

Sesi orientasi dikemas sangat interaktif melalui diskusi kelompok, permainan keakraban, hingga penyampaian materi penting.

Tim RYE Officer membekali para siswa dengan pemahaman dasar kehidupan di Indonesia serta travel rules yang wajib dipatuhi.

Langkah ini dilakukan agar peserta tidak hanya nyaman tetapi juga paham peran mereka sebagai ambassador negara asal.

Baca juga: Arek Tretes Prigen Bersatu Tolak Alih Fungsi Hutan Untuk Real Estate, Ribuan Warga Aksi Turun Jalan

 

Strategi Cegah Culture Shock Hingga Praktik di Pasar Tretes

Ketua Panitia Orientasi, Martha Kurnia Kusumawardani menegaskan bahwa agenda tahunan ini krusial untuk mencegah terjadinya gegar budaya (culture shock).

Pemahaman nilai kesopanan, cara berinteraksi, serta kebiasaan masyarakat lokal menjadi materi penting yang ditekankan panitia.

Menariknya, para siswa asing ini diajak terjun langsung berinteraksi dengan para pedagang di Pasar Tretes.

Mereka belajar menyapa, menawar, hingga membeli buah dan sayuran menggunakan bahasa Indonesia.

Lewat pendekatan ini, para pelajar diharapkan merasa diterima hangat sebagai bagian dari keluarga besar Rotary sejak hari pertama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.