IPARI Aceh Luncurkan Buku Moderasi Beragama di Negeri Syariah, Anugerahkan Penghargaan Bagi Penyuluh
Mursal Ismail August 06, 2026 03:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika l  Banda Aceh 

​SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Aceh melaksanakan peluncuran dan bedah buku "Moderasi Beragama di Negeri Syariah" pada Rabu (5/8/2026) pagi di Aula Utama Kanwil Kemenag Aceh.

Launching dan bedah buku itu diawali dengan penganugerahan penghargaan kepada Penyuluh Agama Berprestasi di Aceh Tahun 2026.

Apresiasi tersebut diberikan kepada Mukhlisuddin MA sebagai Penyuluh Inspiratif, Radiah SSos sebagai Penyuluh Inovatif, dan Syahrati SHI, MSi yang dinobatkan sebagai Penyuluh Dedikatif.

Penghargaan tersebut diberikan PW IPARI Aceh atas pengabdian dan kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat.

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi diberi kehormatan untuk menyerahkan salah satu piagam penghargaan tersebut. 

Dua lainnya masing-masing diserahkan oleh Dr Zulfikar SAg, MAg (Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf) dan Dr Hj Aida Rina Elisiva BAcc, MM (Plt Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh).

Baca juga: IPARI Banda Aceh Mulai Gerakan Eco Enzym, Siswa MIN 1 Langsung Praktik

Panitia menyebut, acara ini sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Hadir dalam acara ini Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Plt Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh,  Kabid Penais Zawa, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh beserta jajarannya  yang terdiri dari tokoh lintas agama (Islam, Buddha, Kristen, dan Hindu), para penyuluh agama, dan tim penulis buku.

​Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs Azhari MSi menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku kolaboratif karya para penyuluh agama ini.

Buku tersebut diharapkannya mampu menginspirasi dan memberikan pencerahan bagi masyarakat dalam merawat kehidupan berbangsa dan beragama.

​"Semoga buku ini menjadi inspirasi dan pencerah bagi kita dalam kehidupan berbangsa dan beragama," ujar Azhari.

​Ia juga menambahkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk dengan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama.

Baca juga: PW IPARI Aceh Perkuat Kompetensi Penyuluh Agama Islam di Nagan Raya

Oleh karena itu, nilai-nilai moderasi beragama harus terus dijaga sebagai fondasi persatuan bangsa.

​Aceh disebut Azhari sebagai daerah yang aman, rukun, damai, dan harmonis, suatu cerminan yang tertuang dalam buku Moderasi Beragama di Negeri Syariah tersebut. 

Ia juga menyebut Gampong Peunayong di Banda Aceh sebagai contoh nyata dari kohesi sosial yang tetap terjaga di tengah heterogenitas para penghuninya, di antaranya etnis Cina yang sejak dulu hidup berdampingan dengan etnis Aceh dan lainnya dalam suasana harmoni dan rukun.

Selanjutnya, Ketua PW IPARI Aceh, Dra Evi Sri Rahayu MSos menjelaskan bahwa buku tersebut disusun oleh 14 penyuluh agama Islam di bawah penyuntingan Teuku Zulyadi PhD, akademisi UIN Ar-Raniry. 

Buku ini merangkum pengalaman lapangan nyata dan dibagi ke dalam tiga bagian utama, yakni konsep moderasi di lingkungan pendidikan berbasis syariat, studi kasus kerukunan dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, serta peran strategis penyuluh dalam merawat harmoni sosial lintas agama di Aceh.

​Prosesi peluncuran buku dipimpin secara simbolis oleh Plt Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, Dr Hj Aida Rina Elisiva MM bersama Ketua Forum FKUB Aceh,  Hamid Zein MH, editor, pembedah, dan penulis buku, disaksikan oleh seluruh peserta. 

Baca juga: Tekan Pernikahan Dini dan Perceraian, IPARI Aceh Utara Gandeng UIN SUNA Lhokseumawe Bahas Strategi

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para penulis sebagai bentuk apresiasi atas karya kolaboratif tersebut.

​Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi bedah buku oleh Yarmen Dinamika, Wartawan Serambi Indonesia yang juga Pembina Forum Aceh Menulis (FAMe).

Sesi bedah buku ini berlangsung secara hibrida (luring dan daring) yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. 

Sebagai penutup, editor buku, Teuku Zulyadi PhD ikut memberikan tanggapan dan penjelasan atas buku setebal 315 halaman yang ia sunting tersebut. 

Intinya, buku ini akan disempurnakan isi dan editingnya, sebagaimana saran pembedah, sebelum dicetak dalam jumlah banyak dan disebarluaskan. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.