TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan disertai mutilasi menunjukkan peningkatan aksi kejahatan berdarah dingin yang makin meresahkan publik sepanjang tahun 2026.
Rangkaian tindak pidana sadis ini terjadi di berbagai daerah dengan rentetan motif yang beragam, mulai dari konflik antar rekan kerja hingga perselisihan keluarga.
Pada Maret 2026, kasus mutilasi terjadi di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pria bernama Abdul Hamid (39) dimutilasi dua rekan kerjanya karena menolak diajak mencuri mobil operasional milik majikan.
Kasus mutilasi kembali terjadi di Desa Karang Dalam, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan pada April 2026.
Pemuda berinisial AF memutilasi ibu kandungnya dengan motif kesal tak diberi uang.
Kini, kasus mutilasi menggegerkan warga Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.
Baca juga: 3 Anggota Keluarga di Sulbar Tewas saat Rumahnya Kebakaran, Jasad Nenek & Cucu Terjebak di Kamar
Jasad pria berinisial K ditemukan terbungkus karung hitam pada Selasa (4/8/2026) dalam kondisi tak utuh.
Kondisi jasad telah membusuk karena dibuang sejak Jumat (24/7/2026).
Pancoran Mas berbatasan langsung dengan area perkotaan utama Margonda dan mencakup titik-titik penting kota, seperti Stasiun Depok Baru, Stasiun Depok (Lama), Pasar Ciriung/Depok Jaya, serta kawasan cagar budaya Depok Lama.
Selang sehari setelah penemuan jasad, pelaku berinisial S (26) ditangkap di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026) dini hari.
S tinggal di sebuah kos di Jalan Belimbing RT 03/RW 05, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.
Kos dua lantai tersebut diduga menjadi lokasi pembunuhan serta mutilasi.
Jarak kos pelaku ke lokasi penemuan jasad sekitar 3,7 kilometer.
Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Bocah 6 Tahun dalam Sumur Tapsel, Polisi Usut Dugaan Tindak Pidana
Sejumlah barang bukti telah diamankan dalam proses olah TKP pada Rabu (5/8/2026).
Kasubbid Biologi Serologi, Puslabfor Bareskrim Polri Kompol Irfan, menyatakan ditemukan bercak darah di kamar pelaku di lantai dua.
"Memang kemungkinan eksekusinya di sini, TKP pertamanya. Karena kita temukan banyak bercak darah," tandasnya.
Diduga mutilasi dilakukan agar jasad dapat dimasukkan karung dan dibawa menggunakan sepeda motor.
Herni selaku saksi kunci menjelaskan dirinya pertama kali melihat karung berukuran besar tersebut pada Jumat (24/7/2026) pagi saat perjalanan pulang usai mengantar anaknya sekolah.
Namun, ia tidak menaruh curiga karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
Baca juga: Ibu di Tangsel Tinggalkan Jasad Bayinya di Teras Klinik: Diduga Hasil Hubungan Gelap
"Begitu saya lihat, saya langsung foto kirim ke grup keluarga. Saya bilang, 'Ada yang buang sampah nih sembarangan di pinggir jalan.' Tapi saya perginya enggak ngeh karung itu sudah ada apa belum," paparnya, Selasa (4/8/2026), dikutip dari YouTube Warta Kota program Saksi Kata.
Keberadaan jasad tersebut baru terungkap setelah 12 hari berlalu, saat aroma busuk yang menyengat dan belatung mulai mengganggu kenyamanan.
Adik Herni kemudian berinisiatif membakar tumpukan karung tersebut karena mengira berisi sampah basah atau bangkai binatang.
"Awalnya dipikir itu binatang. Cuma pas kelihatan tangan keluar, langsung buru-buru dimatiin terus ditutup karpet, terus ngehubungin pengurus tempat," kata Herni.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunDepok.com/Rifky)