Diawali dengan Stasiun Jombang memastikan ketersediaan tiket kereta api masih aman, dengan lebih dari 70 persen tiket masih tersedia menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Selanjutnya 4 ton beras SPHP digelontorkan di Gerakan Pangan Murah Pare.
Terakhir dua pendaki yang meninggal dunia di Gunung Piramid berhasil dievakuasi dari jurang kedalaman 60 meter menggunakan sistem Lowering.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Sosok Maliya Pendaki Hilang di Gunung Piramid hingga Cara Daftar Bazar Muktamar NU
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Stasiun Jombang memastikan ketersediaan tiket kereta api masih aman.
Hingga saat ini, lebih dari 70 persen tiket masih tersedia, sementara PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengantisipasi potensi lonjakan penumpang menjelang maupun setelah Muktamar NU di Jombang.
Kepala Stasiun Jombang, Andri Puji, mengatakan kondisi penumpang di Stasiun Jombang masih relatif normal.
Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan mobilitas peserta Muktamar NU, terutama saat arus balik usai kegiatan.
"Untuk saat ini penumpang masih relatif normal. Namun kami tetap melakukan persiapan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang maupun setelah pelaksanaan Muktamar," ucapnya kepada Tribunjatim.com saat ditemui di Stasiun Jombang, Rabu (5/8/2026).
Menurut Andri, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan tiket karena ketersediaan tiket kereta api menuju dan dari Jombang masih di atas 70 persen.
Ia mengimbau peserta Muktamar NU segera memesan tiket agar mendapatkan jadwal perjalanan yang diinginkan.
Stasiun Jombang saat ini melayani 18 perjalanan pulang-pergi (PP) kereta api jarak jauh setiap hari.
Selain itu, terdapat enam perjalanan PP kereta lokal yang melayani rute Surabaya-Blitar-Malang dan sekitarnya, sehingga menjadi alternatif transportasi bagi peserta dari berbagai daerah.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan kegiatan berskala besar, lonjakan kedatangan penumpang diperkirakan mulai terjadi pada H-3 pelaksanaan Muktamar NU.
Sebagian besar peserta biasanya memilih datang lebih awal untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti rangkaian agenda.
"Kami juga mengantisipasi peningkatan penumpang setelah kegiatan selesai. Harapannya, peserta Muktamar dapat memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu," pungkas Andri.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Sosok Sopir Ekspedisi KM Mutiara Sentosa 2 hingga Pencurian di Konter HP Ponorogo
Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Pemkab Kediri sebagai upaya menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
GPM kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Agung An-Nuur Pare, Rabu (5/8/2026) pagi.
Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga telah memadati lokasi untuk berburu berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Bahkan, sebelum acara dibuka secara resmi pukul 08.30 WIB, antrean masyarakat sudah terlihat di sejumlah stan penjualan.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menyiapkan sekitar 4 ton beras SPHP yang menjadi komoditas paling banyak diburu masyarakat.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur ayam, hingga berbagai produk hasil UMKM Kabupaten Kediri.
Produk UMKM yang dipasarkan pun cukup beragam, mulai makanan olahan, frozen food, bakso, siomay, aneka keripik, camilan, produk handmade, pakaian hingga sepatu.
Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setyo Kurniawan mengatakan, GPM menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah harga pasar yang masih relatif tinggi.
"Hari ini tersedia beras SPHP dari Bulog dengan harga rp 57.000 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp 11.400 per kilogram," katanya usai acara.
Selain beras, pihaknya juga menghadirkan minyak goreng yang didatangkan langsung dari distributor, gula pasir hasil kerja sama dengan Koperasi Konsumen Tebu (KTSGN), serta bawang merah dan bawang putih yang dipasok langsung dari pelaku UMKM yang bermitra dengan petani.
Telur ayam juga dijual dengan harga lebih murah karena dipasok langsung dari peternak melalui Badan Usaha Gerakan (BG) Canda Bhirawa.
Menurut Budi, pola distribusi langsung tersebut membuat harga jual kepada masyarakat lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Dia menjelaskan, harga sejumlah komoditas pangan di pasaran masih cukup tinggi.
Beras premium misalnya masih berada di kisaran Rp19.500 per kilogram, sedangkan gula pasir rata-rata dijual di atas Rp16.000 per kilogram.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar hingga Sekolah Rakyat Jombang Mulai Belajar
Proses evakuasi dua pendaki yang meninggal dunia di Gunung Piramid, Kelurahan/Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya berhasil dilakukan.
Korban dievakuasi dari jurang menuju titik aman menggunakan sistem Lowering.
Evakuasi pertama berhasil dilakukan pada pukul 13.00 WIB untuk jenazah pendaki pria bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Selanjutnya, evakuasi jenazah pendaki perempuan asal Surabaya, Maliya Finda (51), berhasil dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB.
Kedua korban kemudian ditandu secara estafet oleh personel gabungan dan warga lokal yang jumlahnya mencapai sekitar 100-an orang.
Proses estafet berlangsung dari Gunung Piramid dengan puncak ketinggan aman 900 meter hingga menuju Pos 1 di Dusun Tegal Tengah, Kelurahan/Kecamatan Curahdami.
Kedua jenazah tiba di Pos 1 sekitar pukul 19.40 WIB, lalu dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara.
"Kita bisa melakukan evakuasi ke titik aman di ketinggian kurang lebih 900 meter," ujar Jefriansyah, OSC Basarnas Jember, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat saat melakukan evakuasi, utamanya medan yang sangat terjal.
Kontur dan karakteristik Gunung Piramid tergolong sangat miring, bahkan mendekati 90 derajat.
"Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat teman-teman potensi SAR untuk melakukan teknik Lowering," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemindahan kedua jenazah dilakukan secara estafet dengan cara ditandu melintasi jalur yang ekstrem.
Tim harus menyusuri sungai, menanjak bukit terjal, hingga melewati turunan curam.
Tim SAR gabungan sendiri telah bergerak melakukan proses evakuasi sejak pukul 06.00 WIB dan baru tiba di Pos 1 pada pukul 19.40 WIB.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, mengatakan bahwa setelah diidentifikasi oleh tim forensik RS Bhayangkara, jenazah akan langsung diserahkan kepada perwakilan keluarga korban.
"Termasuk barang-barang milik korban," pungkasnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com