4 Berita Populer Padang: Jambret Bersenjata Tajam, Kebakaran Minimarket hingga Penyebab Banjir
Rezi Azwar August 06, 2026 10:27 AM

Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga setelah seorang korban terjatuh akibat tas dan kalungnya ditarik jambret bersenjata tajam di kawasan Kecamatan Padang Barat.

Di lokasi lain, musibah kebakaran menghanguskan sebuah minimarket di Jalan Belibis, Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara.

Sementara itu, terkait bencana yang sempat melanda, banjir di Padang kini dilaporkan sudah surut dan warga telah beraktivitas normal kembali.

Terkait banjir yang kembali melanda Kota Padang, Pengamat Teknik Sipil dari Universitas Andalas, Abdul Hakam, menilai persoalan utama berada pada kapasitas drainase yang tidak mampu menampung air.

Baca selengkapnya:

1. Jambret Bersenjata Tajam Beraksi di Padang Barat, Pelaku Kabur Tinggalkan Motor

JAMRET DI PADANG - Aksi penjambretan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di Kota Padang viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kali Kecil, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.54 WIB.
JAMRET DI PADANG - Aksi penjambretan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di Kota Padang viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kali Kecil, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.54 WIB. (TribunPadang.com/Ist)

Aksi penjambretan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di Kota Padang viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kali Kecil, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.54 WIB. 

Saat kejadian, kondisi ruas jalan terpantau cukup lengang.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, Rabu (5/8/2026), jalan tersebut merupakan jalur yang ramai dilalui masyarakat. 

Kawasan itu juga berada di lingkungan padat penduduk. Di sepanjang ruas jalan terdapat sejumlah tunggul di badan jalan, sementara di beberapa titik juga terpasang kamera CCTV.

Baca juga: Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,54 Persen, Pertanian Jadi Penyumbang Terbesar pada Triwulan II-2026

Salah seorang saksi, Ronal Stiflitia (24), mengatakan, aksi penjambretan terjadi pada Senin pagi. 

Menurutnya, pelaku diduga membuntuti korban sebelum melancarkan aksinya.

"Saat di lokasi, pelaku menarik tas dan kalung korban karena mengincar barang milik korban," kata Ronal kepada TribunPadang.com, Rabu (5/8/2026).

Akibat aksi tersebut, korban terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka di bagian kepala.

"Korban terjatuh. Karena tidak memakai helm, kepalanya terluka," jelasnya.

Ronal mengatakan, pelaku juga sempat terjatuh setelah menarik tas korban.

Baca juga: Sidang Etik Perwira Terduga Pelecehan Segera Digelar, Kapolda Sumbar Buka Peluang Proses Pidana

"Pelaku juga terjatuh saat menarik tas korban," ujarnya.

Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung berusaha mengejar pelaku. Namun upaya tersebut gagal karena pelaku mengeluarkan senjata tajam.

"Karena terjatuh, pelaku dikejar warga. Tapi karena dia membawa pisau dan melawan, warga akhirnya mundur," katanya.

Pelaku akhirnya berhasil melarikan diri. Meski demikian, sepeda motor yang digunakan pelaku serta barang milik korban berhasil diamankan warga.

"Pelaku berhasil kabur karena warga mundur saat melihat dia membawa sajam. Sementara sepeda motor dan barang korban berhasil diamankan warga," jelasnya.

Ronal mengaku tidak mengetahui identitas korban. Ia juga menyebut aksi penjambretan bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

"Korbannya kami tidak tahu orang mana. Tapi kejadian seperti ini sudah sering terjadi di sini," tuturnya. (*)

2. Minimarket di Air Tawar Barat Padang Terbakar Saat Pemilik Salat Zuhur, Barang Dagangan Hangus

MINIMARKET TERBAKAR- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang memadamkan api yang menghanguskan bangunan minimarket di Jalan Belibis, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (5/8/2026).
MINIMARKET TERBAKAR- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang memadamkan api yang menghanguskan bangunan minimarket di Jalan Belibis, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (5/8/2026). (TribunPadang.com)

Sebuah bangunan dua lantai yang berlokasi di Jalan Belibis Nomor 11A, RT 01/RW 08, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami kebakaran pada Rabu (5/8/2026) siang.

Bangunan tersebut memiliki fungsi ganda, yakni lantai dasar dimanfaatkan sebagai minimarket, sementara lantai dua difungsikan sebagai indekos putri.

Salah seorang mahasiswi yang berada di sekitar lokasi kejadian, Queen, menyebut insiden tersebut beruntung cepat disadari oleh warga setempat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

"Alhamdulillah aman, untungnya warga cepat tahu kalau ada kebakaran," ujar Queen saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Rabu.

Baca juga: Logistik Makanan Penyintas Bencana Padang Dipastikan Tersedia Pagi, Siang hingga Malam

Pemilik Sedang Salat Dzuhur dan Kobaran Api Hanya di Lantai Dasar

Berdasarkan keterangan Queen, peristiwa kebakaran terjadi sewaktu pemilik minimarket sedang meninggalkan toko untuk menunaikan ibadah salat zuhur.

Api diketahui hanya membakar area lantai satu dan tidak sampai merambat ke lantai dua tempat indekos putri.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, kobaran api menyebar cepat di lantai dasar dan melahap barang-barang dagangan yang ada di dalam minimarket.

"Saat kebakaran terjadi pemilik toko sedang pergi salat zuhur. Untungnya tidak ada korban jiwa dan yang terbakar hanya lantai satu, tapi isi minimarket seperti barang-barang dagangan ikut terbakar," jelasnya.

Baca juga: Kapolda Sumbar Siap Buka Lagi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Perwira Jika Ada Novum

Pemilik Bersih-Bersih Bangunan yang Tergenang Air

Sesaat setelah menerima laporan warga, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang langsung meluncur ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Pascapemadaman, pemilik toko dibantu warga sekitar tampak langsung melakukan pembersihan di area lantai dasar minimarket.

Penyemprotan air oleh tim Damkar saat pemadaman membuat bagian dalam toko dipenuhi genangan air dan sisa material terbakar.

Damkar Kerahkan 4 Armada

Secara terpisah, Kabid Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran masuk ke pihaknya sekitar pukul 12.12 WIB.

Menindaklanjuti laporan warga, sebanyak empat armada dengan 75 personel Damkar langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Saksi melihat api sudah membesar dari arah dalam minimarket, kemudian langsung melaporkannya ke pihak Damkar," ujar Rinaldi.

Ia menambahkan, proses pemadaman berlangsung hingga pukul 13.08 WIB dengan medan penanganan yang cukup menantang akibat akses jalan kualifikasi kecil serta area permukiman yang padat pertokoan.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, estimasi kerugian materill ditaksir mencapai Rp100 juta.

Sementara itu, untuk penyebab pasti munculnya titik api pada bangunan yang ditempati oleh empat jiwa tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan.(*)

3. Banjir Padang Dipicu Bottleneck Drainase, Pengamat Minta Pemko Fokus Perbesar Saluran

BENCANA BANJIR – Pengamat Teknik Sipil, Abdul Hakam, menilai banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang lebih dipengaruhi keterbatasan kapasitas drainase dibandingkan semata-mata tingginya curah hujan. Ia mendorong pemerintah bersama DPRD memprioritaskan pembenahan saluran drainase untuk mengurangi risiko banjir berulang.
BENCANA BANJIR – Pengamat Teknik Sipil, Abdul Hakam, menilai banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang lebih dipengaruhi keterbatasan kapasitas drainase dibandingkan semata-mata tingginya curah hujan. Ia mendorong pemerintah bersama DPRD memprioritaskan pembenahan saluran drainase untuk mengurangi risiko banjir berulang. (TribunPadang.com/ist)

Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Padang usai hujan lebat pada Senin (3/8/2026) dinilai bukan semata-mata dipicu tingginya curah hujan.

Pengamat Teknik Sipil dari Universitas Andalas, Abdul Hakam, menilai persoalan utama berada pada kapasitas drainase yang sudah tidak lagi mampu menampung limpasan air.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Padang selama sekitar enam jam membuat volume air masuk secara bersamaan ke jaringan drainase.

Kondisi itu menyebabkan aliran air tertahan di sejumlah titik yang memiliki saluran berukuran sempit.

"Hujan kemarin turun merata di hampir seluruh Kota Padang. Air masuk ke drainase secara bersamaan, kemudian mengantre di saluran-saluran utama. Ketika kapasitas saluran tidak mencukupi, air akhirnya meluap dan menggenangi jalan maupun permukiman," kata Abdul Hakam kepada TribunPadang.com, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Longsor Padang Pariaman Putus Akses Jalan, Pemkab Buka Trase Baru untuk Pulihkan Transportasi

Banyak Titik Penyempitan Saluran

Abdul Hakam menjelaskan, beberapa kawasan yang sempat terendam banjir seperti Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun, kawasan Ulak Karang hingga Lolong Belanti memiliki persoalan yang sama, yakni saluran drainase yang harus melintasi badan jalan dengan dimensi lebih kecil dibanding volume air yang mengalir.

Selain itu, saluran yang berada di sekitar jalur rel kereta api dari kawasan Alai hingga Tabing juga dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan Kota Padang.

Menurutnya, saluran yang dibangun sejak puluhan tahun lalu masih mampu berfungsi ketika kawasan tersebut belum padat penduduk.

Namun kini kondisi sudah jauh berubah akibat meningkatnya pembangunan dan berkurangnya daerah resapan air.

"Saluran itu dibuat untuk kondisi puluhan tahun lalu. Sekarang kawasan sudah padat, daerah resapan berkurang, aliran permukaan menjadi lebih cepat sehingga kapasitas saluran yang lama tidak lagi mencukupi," ujarnya.

Ia juga menyinggung kawasan Jalan Khatib Sulaiman hingga By Pass yang hampir setiap hujan lebat mengalami genangan karena persoalan serupa.

Baca juga: Banjir Sumbar Terjang Tiga Daerah, BPBD Sebut Kota Padang Catat Dampak Terparah

Pemerintah Diminta Fokus Benahi Drainase

Abdul Hakam mengatakan solusi teknis sebenarnya tidak terlalu rumit. Pemerintah hanya perlu memprioritaskan pelebaran atau penambahan kapasitas saluran drainase, khususnya pada titik-titik yang menjadi penyempitan aliran.

Ia menilai banyak drainase yang semula lebar kemudian menyempit saat melintasi jalan sebelum kembali melebar di bagian hilir. Kondisi tersebut menciptakan hambatan aliran air yang akhirnya memicu banjir.

"Kalau memang ingin mengatasi banjir, anggaran yang terbatas itu difokuskan dulu satu atau dua tahun untuk memperbesar saluran yang menjadi bottleneck. Banyak saluran yang menyempit saat melintasi jalan, padahal setelah itu kembali lebar. Itu yang harus diperbaiki," katanya.

Abdul Hakam juga mencontohkan kerusakan saluran di belakang kawasan Basko Mall yang menurutnya dipicu derasnya aliran air ketika memasuki saluran yang lebih sempit.

Baca juga: Banjir Padang Kembali Rendam 30 Hektare Sawah, Lahan yang Direhabilitasi Rusak Lagi

Political Will Jadi Penentu

Selain aspek teknis, Abdul Hakam menilai penanganan banjir juga bergantung pada komitmen pemerintah daerah bersama DPRD dalam menentukan prioritas pembangunan.

Menurutnya, tanpa keberanian mengalokasikan anggaran untuk perbaikan drainase, banjir akan terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang.

"Persoalannya tinggal ada atau tidak kemauan politik. Pemerintah bersama DPRD harus menjadikan penanganan drainase sebagai prioritas. Kalau tidak ada perubahan, maka setiap hujan lebat masyarakat akan kembali menghadapi banjir," tuturnya.

Kesadaran Warga Juga Perlu Ditingkatkan

Di samping pembenahan infrastruktur, Abdul Hakam mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran drainase.

Baca juga: Banjir Sudah Surut di 20 Titik, BPBD Sumbar Sebut Banjir di Padang Nihil Korban Jiwa

Ia mengaku masih menemukan kebiasaan membuang sampah ke saluran air maupun sungai, terutama saat hujan turun. Kebiasaan tersebut dinilai memperparah penyumbatan drainase dan meningkatkan risiko banjir.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat edukasi lingkungan sejak usia dini agar kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.

"Kesadaran masyarakat juga penting. Jangan membuang sampah ke saluran air. Pendidikan dan sosialisasi harus terus dilakukan supaya kebiasaan itu bisa berubah dari generasi ke generasi," katanya. (*)

4. Kemarau Melanda Indonesia, BPBD Sumbar Ungkap Alasan Banjir di Padang Bisa Terjadi

BENCANA PADANG - Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di Kantor BPBD Sumbar, Rabu (5/8/2026). BPBD memastikan banjir di Kota Padang telah surut, tidak ada korban jiwa, dan seluruh bantuan bagi warga terdampak telah disalurkan.
BENCANA PADANG - Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di Kantor BPBD Sumbar, Rabu (5/8/2026). BPBD memastikan banjir di Kota Padang telah surut, tidak ada korban jiwa, dan seluruh bantuan bagi warga terdampak telah disalurkan. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Fenomena banjir di Kota Padang muncul di tengah kondisi mayoritas wilayah Indonesia yang mulai memasuki musim kemarau akibat pengaruh fenomena El Nino.

BPBD Sumatera Barat membeberkan pemicu wilayahnya tetap mengalami curah hujan tinggi hingga memicu banjir.

Terbaru, kondisi banjir yang sempat melanda Kota Padang kini berangsur pulih. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat memastikan genangan air telah surut dan masyarakat mulai kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan karakteristik banjir di Sumbar umumnya tidak berlangsung lama. Genangan akan cepat surut setelah intensitas hujan menurun.

Baca juga: Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Asal Agam Tiba di Sumbar Setelah Identifikasi DVI

"Untuk saat ini air sudah surut sejak kemarin. Masyarakat juga sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Memang tipe banjir di Sumbar, kalau hujan berhenti, banjir juga cepat surut karena genangan air tidak terlalu lama," kata Ilham Wahab kepada TribunPadang.com di Kantor BPBD Sumbar, Rabu (5/8/2026).

Diketahui Kota Padang dilanda banjir pada Senin (3/8/2026). 

Meski secara umum Indonesia saat ini memasuki musim kemarau akibat pengaruh fenomena El Nino, Ilham menjelaskan Sumatera Barat memiliki karakteristik iklim yang berbeda dibanding daerah lain.

Menurutnya, Sumbar merupakan wilayah yang tidak mengenal musim secara tegas sehingga hujan masih dapat terjadi sepanjang tahun.

"Secara iklim Indonesia memang sedang memasuki musim kemarau. Namun Sumatera Barat berbeda karena merupakan daerah yang tidak mengenal musim. Hujan bisa terjadi sepanjang tahun, sehingga kita harus tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Baca juga: Banjir Padang Berulang, Pengamat Ungkap Alih Fungsi Lahan dan Drainase Jadi Penyebab

Terkait penanganan bencana, Ilham mengatakan proses pembersihan rumah warga sudah dimulai sejak banjir surut. 

Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi juga diperkirakan telah kembali ke rumah masing-masing.

"Hingga kemarin masih ada masyarakat yang mengungsi. Namun hari ini kami masih menunggu pembaruan data dari BPBD Kota Padang apakah masih ada pengungsi atau tidak. Yang jelas, banjir sudah tidak ada lagi sejak kemarin dan aktivitas pembersihan rumah juga sudah dimulai," katanya.

Ia menambahkan, BPBD Provinsi Sumbar masih menunggu data rinci mengenai dampak banjir dari Pemerintah Kota Padang.

Sementara itu, Ilham memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi di Kota Padang.

"Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian banjir kemarin," ungkapnya.

Baca juga: Logistik Makanan Penyintas Bencana Padang Dipastikan Tersedia Pagi, Siang hingga Malam

Ilham juga menjelaskan adanya perubahan jumlah titik banjir yang sebelumnya tercatat 15 lokasi menjadi 20 titik di Padang. 

Hal itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur sehingga wilayah terdampak semakin meluas.

"Di awal memang tercatat ada 15 titik banjir. Namun karena hujan masih tinggi, jumlahnya berkembang menjadi 20 titik di Kota Padang," jelasnya.

BPBD Sumbar juga memastikan seluruh bantuan darurat telah disalurkan kepada warga terdampak. Hingga kini belum ada laporan mengenai masyarakat yang belum menerima bantuan.

"Alhamdulillah seluruh bantuan sudah disalurkan. Sejauh ini tidak ada laporan bahwa masih ada masyarakat yang belum tertangani atau belum mendapatkan bantuan," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.