Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor menggandeng Mohammad Jusuf Hamka atau yang biasa dikenal dengan Babah Alun dalam mendorong percepatan pembangunan di Bumi Tegar Beriman.
Bupati Bogor Rudy Susmanto dan bos PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) itupun telah melakukan pertemuan untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis di Kabupaten Bogor.
Pertemuan tersebut membahas terkait pembangunan Jalan Tol Depok–Antasari–Salabenda, pembangunan Jalan Tambang, serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kabupaten Bogor bagian timur.
Dalam pertemuan itu, Bupati Bogor Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung penuh percepatan pembangunan Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut akan menjadi pondasi penting dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
"Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah, baik dari aspek administratif maupun dukungan di lapangan, sehingga tahapan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyediaan akses transportasi, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya kawasan-kawasan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Rudy, keberadaan Jalan Tol Depok–Antasari yang nantinya terhubung dengan jaringan jalan tol lainnya akan memperkuat konektivitas Kabupaten Bogor dengan wilayah sekitar.
Kondisi tersebut diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi karena akses menuju kawasan industri, permukiman, perdagangan, maupun pusat-pusat ekonomi menjadi lebih efisien.
Selain pembangunan jalan tol, Pemkab Bogor juga mendorong percepatan pembangunan Jalan Tambang serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor.
Ketiga proyek tersebut dipandang saling melengkapi dalam mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat struktur perekonomian daerah.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target, Rudy menginstruksikan agar Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) segera diaktifkan kembali mulai pekan depan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pengadaan tanah melalui koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, BPN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Proyek strategis ini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan konektivitas wilayah Kabupaten Bogor. Karena itu, saya meminta seluruh perangkat daerah terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target," katanya.