Wajah Baru Pasar Cikarang Dinodai Sampah Organik yang Dibuang Sembarangan
Joseph Wesly August 06, 2026 12:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG UTARA- Pasar Cikarang di Jalan Nasional RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi kini memiliki wajah baru usai dilakukan penataan.

Namun, penataan itu tidak dibarengi tingkat kesadaran sebagian pedagang dalam menjaga kebersihan.

Di area depan bangunan yang baru direvitalisasi, tumpukan sampah masih terlihat berserakan, mulai dari pintu masuk hingga meluber ke badan jalan.

Pemandangan tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat penataan kawasan yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Terlebih, revitalisasi Pasar Cikarang sempat mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Emang enggak tahu ini dari dulu enggak berubah kelakukannya. Buang sampah seenaknya diri, padahal ini pasar udah mulai bener,” kata Rian (38), warga sekitar, Kamis (6/8/2026).

Rian yang kerap melintasi jalan depan pasar itu mengaku tumpukan sampah hampir selalu menjadi pemandangan sehari-hari.

“Apalagi kalau pagi, beres orang jualan. Sisanya teh dibuang kemana bae, sampai ke tengah-tengah (jalan) sampah mulu. Jalan ya padet, ya sampah,” tambahnya.

Penataan Pasar Baru Cikarang

Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, mengatakan perhatian Plt Bupati Bekasi terhadap penataan Pasar Baru Cikarang mulai terlihat melalui berbagai fasilitas yang telah dibangun di bagian depan pasar.

Penataan tersebut sekaligus memperkuat wajah Pasar Baru Cikarang sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di wilayah Cikarang Utara.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dilihat oleh masyarakat, terutama pengunjung pasar. Halaman parkir sudah dibuat, saluran air sudah bisa digunakan, kemudian ada paving block, trotoar, pagar pembatas halaman pasar, dan sarana bangku,” ujar Hasyim.

Menurutnya, langkah penataan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas fasilitas publik, khususnya kawasan pasar.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang turut memberikan fasilitas untuk mendukung penataan kawasan Pasar Baru Cikarang.

Hasyim menjelaskan, penataan bagian depan pasar tidak hanya diarahkan untuk memperindah kawasan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Keberadaan halaman parkir, trotoar, pagar pembatas, saluran air, hingga bangku diharapkan dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertata dan memiliki ruang interaksi bagi pengunjung.

Pedagang Diajak Jaga Kebersihan

"Tapi ini jadi perhatian soal sampah, maka butuh dukungan bersama," katanya.

Ia menilai, keberlanjutan penataan membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama para pedagang dan masyarakat.

Sebab, fasilitas yang telah dibangun pemerintah perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dalam hal penataan area perdagangan, Hasyim menyebut para pedagang juga memiliki peran penting. UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara terus mendorong pengelola dan pedagang untuk saling membantu menjaga kerapian area masing-masing, sehingga penataan pasar dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“UPTD tentu memiliki keterbatasan tenaga. Karena itu, kami mengajak para pengelola dan pedagang untuk saling membantu supaya pasar bisa ditata lebih rapi dan ke depan kesan kumuhnya semakin berkurang,” jelasnya. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.