Iran Punya Senjata Jitu Usir AS dari Timur Tengah, Teheran Pastikan Segera Terjadi: Tidak Lama Lagi!
Galuh Palupi August 06, 2026 01:07 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran melontarkan ancaman keras terhadap keberadaan militer Washington di Timur Tengah. 

Seorang pejabat tinggi Iran menyatakan negaranya telah menyiapkan langkah untuk mengusir pasukan AS dari kawasan, sementara pihak Iran juga melontarkan klaim mengenai ratusan tentara Amerika yang tewas serta serangan terhadap sejumlah pangkalan militer.

Konfrontasi kedua negara disebut memasuki babak baru yang semakin memanaskan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Mengutip Tasnim pada 6 Agustus 2026, peringatan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Iran melalui unggahan di platform media sosial X.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat akan dipaksa meninggalkan kawasan secara memalukan.

Ancaman tersebut disampaikan Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi.

Baca juga: Taktik Iran Berhasil! Rakyat Yordania Teriak Usir Militer Amerika Serikat: Pergi dari Negara Kami

KONFLIK TIMUR TENGAH - Iran ingin usir Amerika Serikat dari Timur Tengah, sedang siapkan strategi dan senjata untuk mewujudkannya (YouTube/Tribun Video)

Azizi menyebut pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah sebagai "basis teroris".

Ia juga memperingatkan bahwa tentara Amerika tidak hanya akan diusir dari Timur Tengah, tetapi juga dari seluruh negara yang saat ini menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Dalam pernyataannya, Iran menyiratkan telah menyiapkan berbagai strategi dan kemampuan militer untuk mengakhiri keberadaan pangkalan Amerika di kawasan tersebut.

Teheran mengklaim momentum pengusiran pasukan AS akan segera tiba dan akan berdampak pada hilangnya pengaruh geopolitik Washington di Timur Tengah.

Menurut Azizi, Amerika Serikat nantinya akan dipaksa memusatkan sumber daya militer untuk menjaga keamanan di wilayahnya sendiri.

Pernyataan itu dipandang sebagai bentuk tekanan politik sekaligus psikologis terhadap Amerika Serikat beserta negara-negara sekutu.

Retorika keras yang kembali disampaikan pejabat Iran juga memperlihatkan sikap Teheran yang tetap mempertahankan posisinya dalam menghadapi dominasi militer Washington.

"Tidak lama lagi, hari di mana Anda akan diusir bukan hanya dari wilayah ini, tetapi juga dari semua negara yang saat ini menampung basis teroris Anda. Pada hari itu, Anda akan dipaksa untuk menggunakan seluruh dana basis Anda untuk menyediakan keamanan di wilayah Anda sendiri..." tulisnya di X yang rilis 5 Agustus 2026.

Iran Klaim 500 Tentara AS Tewas

Di sisi lain, Iran juga mengklaim telah menimbulkan kerugian besar terhadap militer Amerika Serikat selama konflik yang terjadi.

Baca juga: Ini Kesalahan Fatal Kalkulasi Trump Menghitung Kekuatan Iran, Pantas Teheran Sulit Ditundukkan

IRAN WANTI-WANTI - Iran menekankan bahwa wilayah mana pun yang bersedia dijadikan 'tameng' bagi aliansi AS tidak akan luput dari kobaran api konflik yang kian membesar.
IRAN WANTI-WANTI - Iran menekankan bahwa wilayah mana pun yang bersedia dijadikan 'tameng' bagi aliansi AS tidak akan luput dari kobaran api konflik yang kian membesar. (Tribun-video.com)

Menurut klaim tersebut, sekitar 500 personel militer AS disebut tewas dalam perang melawan Iran.

Selain korban jiwa, Iran juga mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah markas militer Amerika melalui serangan yang dilancarkan di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan oleh penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei.

Media pemerintah Iran, Press TV, juga mengklaim Amerika Serikat telah mengakui terdapat 650 personel militernya yang menjadi korban dalam konflik tersebut.

Dari jumlah tersebut, menurut klaim media Iran, hampir 500 di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disebut berasal dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), empat tentara AS dilaporkan tewas di wilayah Yordania dan Irak pada Juli 2026.

Data yang sama juga menyebut hingga akhir Juli sedikitnya 417 personel militer Amerika mengalami luka-luka selama konflik dengan Iran.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga dikabarkan kembali melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.

Serangan tersebut disebut menggunakan tiga pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan pada Selasa (4/8/2026) waktu setempat.

Media Arab melaporkan terdengar ledakan keras di wilayah Provinsi Basra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.