TRIBUNBATAM.id - Seorang balita inisial GYS (4) meninggal dunia saat kecelakaan maut. Sepeda motor yang ia tumpangi bersama ibu dan kakaknya ditabrak mobil yang dikemudikan Ipda MA (49).
Ipda MA bertugas di Polres Bone Jl Yos Sudarso, Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone.
Balita itu menghembuskan nafas terakhir saat hendak menyaksikan lomba gerak jalan digelar Pemkab Bone memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Kecelakaan maut terjadi di Jl Ahmad Yani depan Bank Sulselbar, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Saat itu, ia bersama sang ibu Herniati (45), dan kakaknya Muh Syakur (19)
Muh Syakur mengatakan, ia baru saja meninggalkan rumahnya.
Sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarainya berhenti di traffic light.
Dari arah belakang datang sebuah mobil berwarna hitam dengan kecepatan tinggi hingga menabrak motornya.
"Masih lampu merah. Terus ada mobil dari belakang, kencang sekali," ujar Syakur saat dikonfirmasi via telfon, Kamis (6/8/2026).
Benturan keras membuat ketiganya terpental.
Herniati terlempar ke sisi kiri jalan, sedangkan GSY terpental ke arah kanan.
Syakur bersama sepeda motornya terdorong beberapa meter ke depan.
GSY kemudian dievakuasi ke RSUD Tenriawaru Watampone menggunakan ambulans yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis sekitar satu jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Namun, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan.
"Semua ditangani di rumah sakit. Sempat ditangani sekitar satu jam, tapi anak kami tidak tertolong," ujarnya.
Menurut Syakur, usai kecelakaan pengemudi tidak lagi berada di lokasi.
"Polisi yang bawa mobilnya. Terus itu yang sopir lari," katanya.
Belakangan, keluarga memperoleh informasi bahwa pengemudi mobil merupakan anggota Polres Bone.
Mereka berharap kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional dan terbuka.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Mobil Daihatsu Xenia dikemudikan Ipda MA (49), anggota Polres Bone, bertabrakan dengan sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Muh Syakur.
Akibat kecelakaan tersebut, Syakur, Herniati, dan pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka.
Sementara GSY mengalami luka lecet pada alis kanan, pinggang sebelah kiri, punggung, serta benturan di bagian belakang kepala menyebabkan korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah TKP, dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa," kata AKP Riyanda.
Pengemudi mobil merupakan anggota Polri, penanganan perkara juga dikoordinasikan dengan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bone sesuai prosedur yang berlaku.
"Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum guna mengungkap penyebab kecelakaan," ujarnya.
Seorang pengendara sepeda motor tewas mengenaskan setelah terjatuh dan terlindas truk di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumsel, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Korban diketahui bernama Hermanto (21), warga Kabupaten OKU Selatan.
Saat kejadian, korban sedang dalam perjalanan pulang bekerja dari kawasan pusat perbelanjaan di Plaju menuju arah Mata Merah.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, mengatakan kecelakaan bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor Honda CB tanpa pelat nomor berusaha menghindari lubang di badan jalan.
"Korban melintas di Jalan RE Martadinata mengarah ke Simpang Pusri. Setiba di lokasi ada lubang lalu korban menghindari lubang itu," ujarnya saat dikonfirmasi Sripoku.com.
Saat menghindari lubang, korban diduga kehilangan kendali sehingga sepeda motornya oleng dan terjatuh ke sisi kanan jalan.
Nahas, dari arah yang sama melaju sebuah truk yang kemudian menyerempet dan melindas tubuh korban.
"Motor hilang kendali ke kanan kemudian terserempet truk dari arah yang sama. Motor terjatuh ke kanan dan terlindas mobil truk," katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi dengan luka berat. Setelah insiden itu, sopir truk tidak menghentikan kendaraannya dan langsung melarikan diri.
Saat ini Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kendaraan maupun sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari sopir truk tersebut. Sebaiknya yang bersangkutan segera menyerahkan diri," tutup Iptu Hermanto.(*)