UNESCO resmi mengumumkan 25 situs terbaru yang kini masuk dalam perlindungannya. Situs milik Thailand mendapat perhatian karena keunikannya.
Wat Phra Mahathat Woramahawihan yang terletak di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand, merupakan salah satu pusat Buddha regional terpenting yang telah berdiri sejak abad ke-8. Biara kerajaan kelas satu ini tidak hanya kaya akan sejarah, akulturasi budaya lintas samudra, serta arsitektur yang memukau, tetapi juga menyimpan sebuah misteri unik yang hingga kini belum terpecahkan.
Dikutip dari situs pariwisata Thailand, Kamis (6/8/2026) daya tarik utama dari kompleks candi ini adalah Phra Borommathat Chedi, sebuah stupa megah bergaya Lanka setinggi 55,78 meter.
Puncak stupa dilapisi emas murni seberat 6,80 meter. Chedi (stupa Thailand) yang dibangun oleh Phra Chao Si Thammasokarat pada tahun 1176 ini menjadi tempat penyimpanan relik suci Buddha. Umat Buddha kerap mempersembahkan barang berharga demi mencapai Nirvana, serta menggelar tradisi tahunan pembungkus kain suci yang diyakini dapat mengabulkan berbagai permohonan.
Di balik kemegahannya, terdapat sebuah fenomena aneh namun nyata yang menjadi sorotan utama para pelancong, candi ini disebut sebagai Candi Tanpa Bayangan. Phra Borommathat Chedi dikenal unik karena stupa ini sama sekali tidak menghasilkan bayangan di atas tanah, ke mana pun arah sinar matahari menyinari.
Sampai hari ini, belum ada ilmuwan atau peneliti yang mampu memberikan jawaban logis di balik misteri tersebut. Fenomena yang menakjubkan inilah menjadikan stupa tersebut sebagai salah satu keajaiban tersembunyi yang wajib dikunjungi di Thailand.
Selain tanpa bayangan, kompleks candi ini juga dihiasi berbagai wihan penting serta patung pelindung suci Chatukam Ramathep yang sangat populer. Perpaduan antara nilai sejarah yang panjang, arsitektur megah berlapis emas, tradisi budaya yang masih terjaga selama lebih dari 1.500 tahun.
Semua keunikan ini menjadikan Wat Phra Mahathat Woramahawihan sebagai destinasi wisata religi yang kini resmi berada di bawah perlindungan UNESCO. Selamat ya, Thailand!





