TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Kerugian akibat kebakaran di Kabupaten Pasangkayu sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasangkayu, sebanyak 16 kasus kebakaran terjadi selama delapan bulan terakhir dengan mayoritas menimpa rumah warga dan bangunan usaha.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasangkayu, Mawardiansyah, mengatakan sebagian besar kejadian menimbulkan kerugian material yang cukup besar.
"Dari 16 kasus yang terjadi, banyak di antaranya mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Bahkan ada yang mencapai ratusan juta dalam satu kejadian," kata Mawardiansyah saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS : Mobil Terbakar di Jalan Poros Karondang, Mamuju Tengah
Baca juga: Bupati Mamuju Akan Angkat Kembali PPPK yang Diberhentikan, Formasi Ini Jadi Prioritas
Berdasarkan rekapitulasi Damkar, sedikitnya tujuh kejadian tercatat menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Selain itu, dua kasus lainnya menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.
Salah satu kejadian dengan kerugian terbesar adalah kebakaran rumah mebel kayu milik Alimin Kalsa di Dusun Tura, Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, pada 1 Agustus 2026. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan bangunan beserta material usaha mebel dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Selain itu, sejumlah kebakaran rumah di Kecamatan Pedongga, Tikke Raya, Pasangkayu dan wilayah lainnya juga dilaporkan menyebabkan kerugian besar karena bangunan beserta seluruh isi rumah terbakar.
Mawardiansyah menjelaskan, kebakaran rumah masih menjadi kasus yang paling dominan sepanjang tahun ini dengan jumlah mencapai 10 kejadian dari total 16 kasus.
Sementara itu, penyebab kebakaran paling banyak berasal dari korsleting listrik, disusul pembakaran sampah, pembukaan lahan perkebunan, serta kebocoran regulator tabung gas.
Meski kerugian yang ditimbulkan cukup besar, pihaknya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026.
"Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia. Namun kerugian material yang dialami masyarakat cukup besar karena sebagian bangunan terbakar habis," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama pada musim kemarau yang masih berlangsung.
Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, dan segera melaporkan jika menemukan potensi kebakaran.
"Kami berharap masyarakat lebih memperhatikan langkah-langkah pencegahan. Kerugian akibat kebakaran tidak sedikit dan bisa menghanguskan seluruh harta benda dalam waktu singkat," tutupnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan