TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO – Maraknya aksi balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo belakangan ini membuat masyarakat resah.
Aksi balap liar dan geng motor tersebut didominasi kalangan anak muda, khususnya pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Upaya mencegah aksi balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, hingga masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Menolak Segala Aktivitas Balap Liar dan Geng Motor di Kabupaten Bungo yang digelar di GOR Serunai Baru, Rabu (5/8/2026).
Deklarasi tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), perundungan, bahaya narkoba, serta pencegahan balap liar dan geng motor.
Di hadapan para guru dan pelajar, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sosialisasi semata.
Menurutnya, diperlukan aksi nyata dan pengawasan berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk membentengi generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.
"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran sosialisasi semata, tetapi mampu melahirkan aksi nyata di setiap sekolah melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan siswa, peningkatan literasi digital, serta pengawasan yang berkelanjutan," ujar Al Haris.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta membangun karakter.
"Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, sehat, serta memiliki semangat persatuan dan toleransi," katanya.
Al Haris menegaskan Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung berbagai langkah pencegahan terhadap ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, penyalahgunaan narkoba, maupun berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pesan khusus juga disampaikan terkait aksi balap liar dan geng motor yang selama ini menjadi perhatian karena tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
"Dan satu lagi, ayo bersama-sama kita menolak adanya balap liar dan geng motor di lingkungan kita," tegas gubernur. (Tribunjambi.com/Sopianto)
Baca juga: Gubernur Al Haris Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat dan Perumahan Bungo Green City