Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) menyusul masih rendahnya capaian penemuan kasus di daerah tersebut.
Baca Juga: Antisipasi El Nino, Pemprov Lampung Perkuat Cadangan Pakan Ternak Lewat Fermentasi
Hal itu disampaikan Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/8/2026).
Dalam rapat tersebut terungkap, estimasi kasus TBC di Kabupaten Tanggamus mencapai 2.532 kasus.
Namun hingga saat ini, notifikasi kasus baru yang berhasil ditemukan baru sekitar 37 persen atau sebanyak 946 kasus.
Sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru mencapai 13 persen.
Jihan mengatakan TBC masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung karena tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi produktivitas.
"Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, tentu pembangunan kesehatan juga menjadi bagian penting untuk menuntaskan penanggulangan tuberkulosis di Provinsi Lampung," katanya.
Menurutnya, target eliminasi TBC pada 2030 hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia meminta Pemkab Tanggamus memperkuat penemuan kasus secara aktif, memperluas skrining terhadap kelompok berisiko, meningkatkan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, mengoptimalkan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta melakukan pemantauan capaian program secara berkala.
Jihan juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam penanggulangan TBC sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Selain itu, ia mendorong kolaborasi dengan Forkopimda, TP-PKK, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga komunitas kesehatan untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus.
Meski mengapresiasi Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis 2025-2030 serta Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB), Jihan meminta kebijakan tersebut segera diwujudkan dalam program nyata.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah Desa Siaga Tuberkulosis dan kader TBC di Tanggamus yang saat ini baru berjumlah 50 orang.
"Desa Siaga dan kader TBC perlu terus diperkuat agar penelusuran kasus dan pendampingan pasien di masyarakat dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Untuk mendukung percepatan penemuan kasus, Pemprov Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah mengembangkan situs Peduli Tuberkulosis Lampung yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan skrining mandiri.
Hasil skrining tersebut nantinya akan terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai dasar penelusuran kasus.
Selain itu, Provinsi Lampung juga akan menerima tambahan 25 unit X-ray portabel dari pemerintah pusat untuk memperkuat layanan diagnosis TBC.
Jihan meminta seluruh kabupaten/kota menyiapkan administrasi dan sumber daya manusia agar peralatan tersebut dapat segera dimanfaatkan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi memastikan pemerintah daerah akan memperkuat sosialisasi, pembentukan Kampung Siaga, skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak, serta koordinasi lintas sektor.
"Untuk itu, kami akan terus memperkuat sosialisasi, pembentukan Kampung Siaga, skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak, serta koordinasi lintas sektor," kata Suaidi.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)