Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Direktur Umum (Dirum) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor Samsudin angkat bicara usai dirinya mengundurkan diri dari jabatannya.
Menurutnya, keputusannya ini bukan keputusan yang mendadak.
Ia sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juli 2026 lalu.
"Saya ajuinnya tanggal 20 Juli minta sampai tanggal 21 Agustus kan 30 hari ya. Itu mah kepatutan lah gitu. One month notice. Jadi sebetulnya kalau ada yang mengatakan mendadak mah itu tidak benar," kata Samsudin kepada wartawan pada Kamis (6/8/2026).
Untuk alasannya, Samsudin mengatakan, ingin fokus ke hal lain salah satunya pendidikan.
Untuk alasan khusus lainnya, Samsudin mengaku tidak ada.
"Kalau saya ditanya alasan sebetulnya tidak perlu ada alasan juga. Kalau ingin mundur. Kan mundur tuh bagian dari hak sebenarnya," ujarnya.
"Saya mungkin juga ingin konsentrasi ke hal lain. Kebetulan kan saya juga lagi sekolah lagi nih, lagi ngambil S3. Terus beberapa hal juga yang harus saya fokus lah gitu," tambahnya.
Ia menitipkan pesan untuk sosok pengganti dirinya.
Ia berharap, bisa bekerja lebih baik dari dirinya.
"Mudah-mudahan bisa lebih baik," tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim merespon dengan santai soal Direktur Umum (Dirum) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Samsudin yang mengundurkan diri dari jabatannya.
Dedie Rachim pun berkelakar, Samsudin keluar karena tergiur gaji yang lebih besar di tempat lain.
Ia yang juga sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) PPJ Kota Bogor tidak mungkin menahan Samsudin.
"Beliau kan seorang yang punya networking, jaringan yang luas. Kan saya tidak mungkin nanya 'Pak diterima di perusahaan apa?'. Masa ditanya 'Pak di sana gajinya berapa, di sini gajinya berapa', kan tidak saya tanya. Barangkali disana lebih besar, masa kita tahan-tahan. Ya silakan ditanyakan," kata Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com di Pasar Merdeka, Kamis (6/8/2026).