TRIBUNPEKANBARU.COM - Pegawai administrasi RSUD dr Soekardjo berinisial NZ yang menjadi sorotan usai melontarkan komentar tidak berempati kepada pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan, ternyata merupakan anak anggota DPRD Kota Tasikmalaya.
Ayah NZ, Ade Lukman, yang merupakan anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PAN, mengaku kaget dan terpukul mengetahui ulah putrinya hingga memicu polemik di media sosial.
"Oh Nurma yang di rumah sakit bener anak saya, bahkan saya kaget, asa tersedak (kaya tersedak), dan terpukul sekali yang namanya orang tua, kaya mau nangis saya dengarnya," ucap Ade dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (5/8/2026).
Ade mengaku belum sempat berbicara langsung dengan NZ karena anaknya telah berangkat bekerja saat kejadian mencuat.
"Kebetulan tadi pagi sudah berangkat kerja, dan belum sempat ngobrol apa-apa, dan sekarang baru datang dari rumah sakit, belum di interograsi kaya gimana," kata Ade.
Namun, ia menegaskan akan menasihati putrinya agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mengulangi perbuatan serupa.
Dirinya juga meminta kepada anaknya supaya lebih bijak dalam menggunakan media sosial, supaya tidak kembali terulang kejadian yang sama.
"Jadi begini masalahnya saya menginginkan cara bermedsos harus yang bijak, harus standar umum jangan melabrak aturan yang sudah dibuat, termasuk masalah UU ITE seperti itu harapan saya," jelasnya.
Menurutnya masalah medsos tidak bisa dibendung yang pada akhirnya sebagai masyarakat harus bisa mengelola dan memanage media sosial yang bijak
"Saya tentu kaget dan sedih sebagai orang tua, dan kebetulan ini anak pertama dari empat bersaudara," tegasnya.
Ditanyai sosok anak pertamanya ini, ia mengaku memang jarang berkomunikasi setiap hari. Karena tempat tinggalnya berbeda dan memiliki dua rumah.
"Jadi gini kedekatan biasa saja, dan kebetulan saya tinggal di Gobras Tamansari, kadang si Kaka di Sumelap jadi jarang komunikasi secara intens," kata Ade.
Selain itu, ia juga sudah meminta anaknya melakukan klarifikasi dengan video terkait perkataannya yang mengakibatkan orang lain sakit hati.
"Kebetulan tadi pagi via tlpn sama adiknya supaya bikin klarifikasi dan permohonan maaf, dan sudah di share videonya juga," ungkap Ade.
Baca juga: Dokter Renanda Maulidya Kena Sanksi Pihak RSUD Usai Lontarkan Kalimat Pedas ke Pasien BPJS Yurizal
Baca juga: Dokter Benny Dihujat Netizen Usai Suruh Pasien BPJS Pindah ke Kamar Jenazah, Kini Minta Maaf
Hingga Kamis (6/8/2026), kolom ulasan rumah sakit dipenuhi kritik dari warganet.
Beberapa pengguna juga mengimbau masyarakat mempertimbangkan pilihan rumah sakit lain untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Di tengah ramainya reaksi publik, Direktur Utama RSUD dr Soekardjo, dr Budi Trimadi, menyampaikan penyesalan atas tindakan staf administrasi Norma Zahara yang diduga menulis komentar tidak berempati kepada pasien BPJS.
Menurut Budi Trimadi, tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai pelayanan rumah sakit dan dapat merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun oleh seluruh tenaga medis maupun pegawai selama ini.
Sementara itu, Norma Zahara telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Yurizal Tri Chaerawan dan masyarakat.
Ia mengaku menyesali komentarnya serta menyatakan siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Norma juga berharap polemik tersebut tidak berdampak kepada anggota keluarganya yang tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
( Tribunpekanbaru.com / Tribunjabar )