TRIBUNJAMBI.COM, Telanaipura, – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (UNJA) menggelar The 6th Green Development International Conference (GDIC) 2026 mengusung tema Innovating for Resilience: Synergizing Green Economy, Technology and Local Action Towards a Nature-Positive Future di Gedung Graha Singinjai, Lantai 7 Program Pascasarjana UNJA, Selasa (4/8/2026).
Konferensi internasional tahunan ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta memperkuat kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Ketua LPPM UNJA, para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana UNJA, pimpinan perguruan tinggi mitra, co-host, mitra, sponsor konferensi, serta para peserta dari berbagai institusi.
Konferensi ini juga menghadirkan enam keynote speaker, yaitu Prof. Drs. Damris, M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.S., dari UNJA. Prof. Jun Kumamoto, Ph.D. dari Toyo Gakuen University, Jepang, Assoc. Prof. Dr. Ainur Abdrazakova dari Suleyman Demirel University, Kazakhstan, Dr. Katarzyna Skiert Andrzejuk dari University Civitas, Polandia, Prof. Dr. Edi Surya Negara Harahap, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Bina Darma, Palembang.
Kegiatan dibuka secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa GDIC merupakan bentuk nyata komitmen UNJA dalam mendorong penelitian, inovasi, dan kerja sama internasional sebagai upaya menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, perubahan iklim dan degradasi lingkungan merupakan tantangan global yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan komunitas internasional.
Baca juga: Jaga Kebugaran di Usia Senior, UNJA Tes Fisik Para Guru Besar
Baca juga: Forum Internasional IMT-GT, Wali Kota Maulana Perkuat Langkah Menuju Kota Hijau
“Melalui konferensi ini, kami berharap hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan tidak hanya berhenti sebagai diskusi akademik, tetapi mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan, melahirkan inovasi yang aplikatif, memperkuat publikasi ilmiah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun global,” ujarnya.
Prof. Revis juga mengapresiasi kehadiran para pembicara dari Kazakhstan, Jepang, Polandia, dan Indonesia yang dinilai akan memperkaya pertukaran ilmu pengetahuan sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Pada kesempatan tersebut, ia secara resmi membuka penyelenggaraan The 6th GDIC 2026.
Sementara itu, Ketua LPPM UNJA, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini merupakan respons terhadap berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, degradasi lingkungan, kelangkaan sumber daya, hingga ketidakpastian sosial dan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa GDIC menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi berbasis riset yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap konferensi ini tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, tetapi juga melahirkan kolaborasi riset yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana, Dr. Erisa Kurniawati, M.Pd., menjelaskan bahwa The 6th GDIC 2026 mengangkat tujuh bidang utama, yaitu Green Economy and Business Innovation, Climate-Resilient Agriculture, Low-Carbon Animal Husbandry, Law of Environment and Climate, Education for Sustainable Development, Climate Resilience Health System, serta Science and Technology for Nature-Positive Development.
Menurutnya, konferensi tahun ini diikuti sebanyak 185 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi nasional maupun internasional, baik secara luring maupun daring. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian komunitas akademik terhadap isu pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi global.
Dr. Erisa turut menyampaikan apresiasi kepada institusi co-host yang turut mendukung penyelenggaraan konferensi, yakni Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Bina Darma Palembang, dan Universitas Singaperbangsa Karawang.
Melalui penyelenggaraan The 6th GDIC 2026, UNJA kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan menuju masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berdaya saing global.
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Forum Internasional IMT-GT, Wali Kota Maulana Perkuat Langkah Menuju Kota Hijau
Baca juga: Terkuak Mafia Rekrutmen Polri di Jambi, Dua Personel Polda Jambi Dilaporkan 12 Korban