BPS Sebut Pengeluaran Terbesar Jemaah Haji Indonesia untuk Beli Oleh-oleh, Nilainya Rp 1,9 Triliun
Dewi Agustina August 06, 2026 04:38 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pengeluaran terbesar jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026 dihabiskan untuk membeli oleh-oleh.

BPS mencatat nilainya mencapai sekitar Rp 1,9 triliun atau 46,1 persen dari total pengeluaran pribadi jemaah yang diperkirakan mencapai Rp 4,25 triliun.

Baca juga: Kantor Kemenhaj Kabupaten-Kota Diminta Perketat Proses Seleksi Istithaah Kesehatan Calon Jemaah Haji

"Komponen terbesar pengeluaran pribadi adalah untuk oleh-oleh atau sekitar 46,1 persen dari pengeluarannya," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rilis Hasil Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia Tahun 1447 H/2026 di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

"Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja oleh-oleh masih menjadi bagian penting dari pola konsumsi jemaah selama menyelesaikan ibadah haji. Karena ini juga terkait dengan budaya masyarakat Indonesia, kalau tidak beli oleh-oleh terasa kurang afdal," tambahnya. 

Secara keseluruhan, BPS memperkirakan total pengeluaran pribadi jemaah haji Indonesia pada 2026 mencapai Rp 4,249 triliun. 

 

 

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 3,391 triliun berasal dari jemaah haji reguler, sedangkan Rp 857,3 miliar berasal dari jemaah haji khusus.

Selain oleh-oleh senilai Rp 1,958 triliun, pengeluaran terbesar berikutnya adalah obat-obatan dan kebutuhan lainnya sebesar Rp 734,3 miliar.

Lalu disusul pengeluaran untuk pembayaran DAM sebesar Rp669,9 miliar. 

Selanjutnya:

pengeluaran untuk makanan tambahan, jajanan, dan minuman mencapai Rp542,6 miliar

transportasi sebesar Rp257,4 miliar

paket data dan internet sebesar Rp86,2 miliar

Amalia menambahkan, sebagian besar pengeluaran pribadi jemaah tersebut dilakukan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. 

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan belanja jemaah Indonesia turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian Arab Saudi.

"Perlu dicatat bahwa sebagian besar pengeluaran tersebut dilakukan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. Artinya kita juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Arab Saudi karena kita belanja di sana. Oleh sebab itu, peluang itulah yang sebenarnya bisa kita ambil," ujarnya.

Ia juga menjelaskan khusus untuk pembayaran DAM, seluruh transaksi memang dilakukan di Arab Saudi karena merupakan bagian dari ketentuan pelaksanaan ibadah haji.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.