BANGKAPOS.COM -- NZ alias Norma Zahara, menjadi salah satu nakes yang menghina pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan.
Norma Zahara sempat menuliskan kata-kata kasar di utas Yurizal Tri Chaerawan.
"Yuris org miskin harta miskin akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional. boleh gue bilang sesuatu? LO G*BL*K BANYAK B*C*T."
Gelombang kecaman publik kini membuat Norma Zahara meminta maaf atas kekejaman yang ia sampaikan.
"Assalamualaikum saya Norma Zahara izinkan saya menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan saya yang sebesar-besarnya terhadap sikap dan tindakan saya di sosmed Threads yang telah menyinggung dan menyakiti almarhum Yurizal beserta keluarga," ucapnya.
Norma juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas komentar yang dianggap tidak pantas.
Baca juga: Sosok Elda Putri Rahardini, Dokter PPDS Nyinyiri Yurizal Pasien BPJS Meninggal Dunia, Dinonaktifkan
"Maafkan perbuatan saya yang tidak senonoh dan tidak mencerminkan sebagai manusia saya menyadari hal itu sangatlah tidak pantas dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sampai saat ini penyesalan itu masih ada, saya akan berbuat lebih baik lagi," ucap dia.
Norma Zahara merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja RSUD dr Soekardjo, Tasikmalaya, Jawa Barat.
RSUD dr. Soekardjo merupakan rumah sakit umum daerah rujukan utama tipe B di Kota Tasikmalaya yang melayani fasilitas kesehatan tingkat lanjut bagi masyarakat Priangan Timur.
Norma Zahara adalah anak dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya bernama Ade Lukman.
NZ anak pertama dari empat bersaudara.
Ade Lukman meminta maaf ke masyarakat terkait komentar anaknya ke salah satu pasien BPJS yang sedang dirawat.
"Oh Norma yang di rumah sakit benar anak saya, bahkan saya kaget, kaya tersedak, dan terpukul sekali yang namanya orang tua, kaya mau nangis dengarnya."
"Kebetulan tadi pagi sudah berangkat kerja dan belum sempat ngobrol apa-apa dan sekarang baru datang dari rumah sakit, belum diinterogasi," tulis Ade Lukman.
Meski berstatus anak dewan, NZ terancam tidak akan diperpanjang kontraknya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara, menyatakan investigasi masih dilakukan bersama Inspektorat Kota Tasikmalaya.
"Ada kemungkinan (tidak diperpanjang kontrak), tapi kita periksa dulu, karena ada azas praduga tak bersalah dulu, BAP, dan tidak sewenang-sewenang juga kita menentukan sanksi," tuturnya, Rabu (5/8/2026).
NZ dapat dikenakan sanksi kode etik akibat tulisannya di media sosial.
"Nanti kita liat apakah ada merugikan atau hal lain, keluarga keberatan, nanti masalah ringan atau sedang dan berat kita harus buat tim, wewenang pemeriksaan ada di inspektorat," tandasnya.
NZ anak dipanggil untuk dimintai klarifikasi.
"Ketika dipanggil kita akan tanya, kenapa dia berkomentar seperti itu, harus ditelusuri dulu, apakah dalam posisi emosi sampai begitu, dan diliat dampaknya," sambungnya.
Direktur Utama RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi, menyatakan NZ merupakan PPPK paruh waktu bagian administrasi pelayanan.
"Baru tadi pagi saya mengetahui informasi ini. Setelah kami konfirmasi, yang bersangkutan bukan tenaga kesehatan," ujarnya, Rabu (5/8/2026), dikutip dari TribunJabar.id.
Meski bukan tenaga kesehatan, tindakan Norma Zahara mencoreng nama baik rumah sakit.
"Kami juga sudah melaporkan ke BKPSDM dan inspektorat untuk menindaklanjuti kejadian ini dan sudah kami BAP," lanjutnya.
Menurutnya, komentar NZ merupakan tindakan pribadi dan tidak berkaitan dengan sikap RSUD dr Soekardji dalam melayani pasien.
"Kami susah payah membangun citra rumah sakit, tetapi bisa dirusak oleh satu orang. Ini menjadi introspeksi bagi kami semua," tandasnya.
Sebelumnya, Yurizal curhat di akun media sosial Threads soal pelayanan BPJS yang menurutnya lama.
Menurut Yurizal, dirinya sudah delapan jam menunggu untuk mendapatkan ruangan.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," curhat Yurizal di akun threads pada 22 Juli 2026 lalu.
Rupanya curhatan Yurizal itu langsung ramai dikomentari oleh netizen.
Dari ribuan komentar, ada beberapa tenaga kesehatan yang ikut menanggapi.
Mereka bahkan menuliskan komentar sinis kepada Yurizal yang mengeluhkan pelayanan BPJS.
Berbagai komentar itu bahkan sampai membuat kondisi Yurizal drop, hingga meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
"Ketika baca threads ini, Alm kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena gk mau buka social media lagi," kata Firhan Arief, sahabat Yurizal.
Gara-gara hal tersebut, netizen murka dan menagih permintaan maaf kepada para nakes yang telah julid kepada Yurizal.
Sadar dirinya disorot, beberapa nakes yang telah berkomentar jahat ke Yurizal satu persatu akhirnya meminta maaf dan melayangkan klarifikasi.
Salah satunya adalah Norma Zahara.
Pada komentarnya itu, Norma menyebut Yurizal sebagai orang yang miskin harta dan miskin akal.
"yuriz org miskin harta miskin ilmu miskin akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kat lo itu RS rujukan nasional. mungkin sekelas RSHS bdg atau RSCM jkt kan? boleh gue bilang sesuatu? LO GOBLOK BANYAK BACOT," tulis Norma.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/TribunStyle.com)