BMBK Mulai Kerjakan Drainase Jalan Poros Moncongloe, Setelah Itu Dibeton
Ari Maryadi August 06, 2026 05:06 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jalan di Kawasan Simpang Tiga SPBU Moncongloe, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mulai dikerjakan.

Dengan pengerjaan tersebut, maka rekayasa lalu lintas sudah disiapkan.

Kepala Desa Moncongloe M Iqbal menjelaskan pengaturan lalu lintas sudah diterapkan sejak 1 Agustus hingga 20 Agustus 2026.

Hanya satu lajur yang digunakan, sehingga kendaraan harus mengantre melintas.

Nantinya mulai 21 Agustus hingga 17 September, akan ada pengalihan ke jalur alternatif.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan mengatakan pengerjaan awal saat ini pada drainase.

"Sekarang itu taludnya dulu diperbaiki, untuk drainasenya," kata Andi Ihsan saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar pada Kamis (6/8/2026).

Dalam konstruksi, talud merupakan dinding penahan tanah yang dibangun di sisi ruas jalan.

Salah satu fungsinya yakni menjaga kestabilan tanah hingga memperlancar saluran drainase di area infrastruktur.

Selama ini ruas Jalan Pammenjengan selalu jadi akses utama truk melintas.

Umumnya membawa material galian c seperti pasir, kerikil atau batu sungai.

Baik itu dari Moncongloe ke arah Kota Makassar. Maupun melintas ke arah Kabupaten Gowa.

Keluhan selama ini sebab aliran air pada saluran tersumbat. Sehingga air menggenang di ruas jalan utama.

Kondisi ini pun yang mempengaruhi kualitas ruas jalan tersebut.

Kepala Bidang Preservasi Jalan Rosyadi menyebut setelah drainase maka dilanjutkan proses konstruksi pada ruas sepanjang 9,37 km ini.

"Kita konstruksi beton untuk 2 segmen lokasi," jelas Rosyadi kepada Tribun-Timur.com

Konstruksi beton nantinya akan diawali dengan beton dasar atau lean concrete (LC).

Lean concrete merupakan campuran beton yang sering digunakan sebagai dasar atau sub-base dalam konstruksi jalan.

Tujuan lean concrete memberikan kerapatan yang cukup mendukung struktur beton di atasnya.

Umumnya campuran lean concrete terdiri dari agregat kasar, pasir, semen, dan air dalam jumlah lebih sedikit.

Proporsi bahan-bahan ini disesuaikan sehingga campuran memiliki kekuatan cukup menahan beban struktural yang akan ditempatkan di atasnya.

Selanjutnya diikuti dengan beton rigid sebagai struktur utama ruas jalan.

Perbaikan ruas Jl Poros Moncongloe ini masuk dalam paket 6 Multi Years Project (MYP).

Pemenang lelang paket 6 yakni PT Makassar Indah Graha Sarana, beralamat di Jl Yos Sudarso No 225 B Makassar.

Harga penawaran Rp 239.738.341.298,27 atau Rp 239 Miliar.

Terdapat 20 ruas jalan dengan lokasi pengerjaan di Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Palopo, Pinrang, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Makassar dan Maros.

Kepala Desa Moncongloe M Iqbal menyarankan bagi kendaraan dari arah Moncongloe ingin menuju Sudiang menggunakan jalur alternatif.

“Untuk kendaraan menuju kawasan Sudiang disarankan melalui jalur Pattontongan. Sebenarnya banyak jalur alternatif, hanya saja memang agak jauh. Jadi warga diminta untuk berangkat kerja lebih cepat dari biasanya,” jelas M Iqbal.

Warga Perumahan Findaria Mas, Hartati mengaku tak masalah meski harus terdampak rekayasa lalu lintas.

Menurutnya, kondisi itu harus dihadapi sebab selama ini ia juga mengeluhkan jika kondisi jalan rusak.

"Ya mau tidak mau kita ikuti saja, daripada rusak begitu terus. Semoga cepatji selesai dikerja," kata karyawan swasta di Jl Perintis Kemerdekaan ini.

Dirinya hanya berharap pengerjaan ruas jalan tersebut bisa diprioritaskan selesai segera.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.