TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Duka dan trauma mendalam dirasakan oleh Angga asal Kabupaten Berau, salah satu penumpang korban terbakarnya speedboat Sekatak AAA di perairan Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Kamis (6/8/2026).
Niat hati hendak mengantarkan sang ayah berobat dan merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Jusuf SK di Tarakan, perjalanan pertamanya menggunakan armada transportasi air tersebut justru berujung musibah.
Angga menceritakan, insiden bermula saat dirinya sedang terpejam di dalam kabin kapal. Tiba-tiba, suasana di dalam speedboat yang bertolak dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Pelabuhan Tengkayu I Tarakan itu berubah menjadi kepanikan luar biasa.
"Saya posisi pejam mata dan kaget, tiba-tiba situasi sudah pada panik. Saya tidak melihat apinya, tahunya asap tebal mengepul ke atas, ya sudah langsung keluar semua," kata Angga mengenang detik-detik mencekam tersebut.
Baca juga: Kesaksian Korban Detik-detik Speedboat Terbakar di Salimbatu Bulungan, Lompat ke Pinggir Sungai
Uniknya, menurut penjelasan Angga, asap tebal dan titik api diduga berasal dari bagian belakang atas kapal, sehingga kepulan asap tidak sempat menerobos masuk ke dalam ruang kabin tempat penumpang duduk.
"Anehnya asapnya itu tidak sampai masuk ke dalam speed. Jadi cuma di atas kapal saja. Di dalam kabin malah aman, tidak ada titik api dan tidak ada asap. Asapnya dari atas kalau saya dengar-dengar dari orang tadi. Kami evakuasi lewat pintu depan," jelasnya.
Di tengah kepanikan dan kepulan asap tebal di bagian luar kapal, perhatian utama Angga tertuju pada sang ayah yang sedang dalam kondisi sakit dan butuh penanganan medis segera di Tarakan. Disinilah proses evakuasi dramatis dan penuh perjuangan terjadi untuk menyelamatkan nyawa sang Ayah.
Dalam kondisi panik, para penumpang dan ABK bahu-membahu menggendong ayah Angga menuju area pinggir kapal untuk diselamatkan.
"Saat kejadian, bapak dievakuasi dengan digendong bareng-bareng menuju pinggir karena posisi sakit dan mau dirujuk ke Rumah Sakit. Karena posisi bapak sedang sakit jadi tidak bisa evakuasi diri sendiri," jelasnya.
Baca juga: 4 Fakta Speedboat Rute Tanjung Selor-Tarakan yang Terbakar di Salimbatu Hari Ini
Setelah berhasil merapat ke tepi perairan Salimbatu, Angga bersama penumpang lain dan ayahnya langsung dievakuasi menggunakan armada perahu/speedboat kecil yang diduga milik tim Basarnas.
Meski bersyukur seluruh penumpang dan ayahnya selamat tanpa luka-luka, musibah ini menyisakan kerugian serta trauma mendalam bagi Angga yang terhitung menjadi pelayaran pertamanya menggunakan speedboat. Seluruh harta benda beserta dokumen penting yang ia bawa ludes tak tersisa dilahap si jago merah.
"Barang-barang sudah habis. Semua barang di dalam tas, dompet, hingga surat rujukan bapak ikut terbakar di dalam. Tapi alhamdulillahnya kita semua selamat," ungkapnya dengan nada pasrah.
Kini, sang ayah telah berhasil melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit di Tarakan menggunakan armada speedboat lainnya dan didampingi oleh anggota keluarga lainnya, sementara Angga memilih tinggal sementara di lokasi untuk mengurus dampak insiden tersebut.
Pengalaman pahit ini diakui Angga memberikan trauma mendalam, terlebih karena insiden ini terjadi pada kesempatan pertamanya menaiki speedboat.
"Jujur saya trauma, karena ini baru pertama kali naik speed. Jadi saya tidak tahu nanti masih berani naik speed lagi atau tidak," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu