TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Suasana mencekam mewarnai insiden terbakarnya speedboat Sekatak AAA di perairan Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Seorang korban selamat membeberkan detik-detik menegangkan saat si jago merah tiba-tiba melahap armada transportasi air tersebut hingga membuat para penumpang panik dan nekat melompat ke pinggir sungai untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan data yang diperoleh TribunKaltara.com dari petugas Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Speedboat Sekatak AAA Kaltara memuat setidaknya 22 penumpang dan 4 awak kapal.
Baca juga: Update Terbaru Kondisi Penumpang Speedboat Rute Tanjung Selor-Tarakan yang Terbakar di Salimbatu
Kejadian bermula ketika aroma menyengat menyerupai karet terbakar mendadak memenuhi ruangan kapal. Curiga dengan bau tersebut, Anak Buah Kapal (ABK) langsung keluar untuk memeriksa kondisi mesin dan bagian luar speedboat.
Benar saja, kepulan asap tebal sudah membumbung tinggi. Hal ini disampaikan Reski salah satu penumpang yang saat itu juga berada di dalam speedboat dengan posisi duduk di kursi paling belakang.
"Awalnya mencium bau seperti karet terbakar gitu. ABK keluar lihat posisi, ternyata sudah keluar asap," ujar Reski, Kamis (6/8/2026).
Menurut kesaksian Reski dilokasi, melihat munculnya asap, ABK dengan cepat mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tabung merah yang ada di dalam kapal untuk memadamkan titik api.
Namun, upaya darurat tersebut justru membuat situasi kian tak terkendali. Bukannya padam, kobaran api malah makin membesar dan membakar bagian kapal.
"ABK pergi ambil semprotan warna merah (APAR) ternyata tidak sanggup. Pas disemprot, api malah naik semua," tuturnya.
Baca juga: Breaking News, Speedboat Reguler Rute Tanjung Selor-Tarakan Terbakar Hari Ini
Melihat kondisi armada yang sudah dikepung asap lebat dan kobaran api yang kian membesar, Nahkoda kapal mengambil keputusan krusial. Meski mesin dalam kondisi kritis, speedboat tetap dipaksa melaju perlahan menuju tepi perairan agar evakuasi bisa dilakukan.
"Akhirnya dikasih stop speed, baru dikasih ke pinggir. Tapi tetap dipaksa hidup supaya penumpang bisa dievakuasi di pinggir," jelasnya.
Panik melihat asap tebal yang dengan cepat memenuhi seluruh ruangan, para penumpang langsung merangsek berhamburan ke bagian depan kapal untuk menyelamatkan diri.
Bahkan, ABK tak sempat lagi memberikan instruksi atau imbauan karena seluruh penumpang sudah lebih dulu sadar akan bahaya yang mengintai. Begitu kencang kepulan asap, penumpang tak punya pilihan lain selain melompat begitu kapal mendekati tepi sungai.
Tidak beberapa lama tim Basarnas Gabungan yang terdiri dari SAR Bulungan, BPBD, Pol Airut pun segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh penumpang selamat menuju Pelabuhan Kayan II kembali.
Beruntung, berkat aksi sigap mengarahkan kapal ke tepi perairan, seluruh penumpang dilaporkan selamat dalam insiden mengerikan tersebut.
"Akhirnya selamat semua orang," pungkasnya.
(*)
penulis : Desi Kartika Ayu