Kecelakaan Beruntun di Bandung: Cerita Ibu Selamatkan 2 Anak Loncat ke Tebing Hindari Truk Mundur
Dedy Herdiana August 06, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pagi yang tenang di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, berubah menjadi kepanikan mencekam pada Kamis (6/8/2026).

Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi secara tiba-tiba.

Di tengah kejadian menegangkan tersebut, seorang ibu rumah tangga bernama Yayu (46) harus mengambil keputusan cepat demi menyelamatkan nyawa dua buah hatinya.

Saat insiden terjadi, Yayu sedang berjalan kaki mengantarkan anaknya yang duduk di kelas 3 SD serta menggendong anaknya yang masih balita.

Baca juga: Geger! Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Bersimbah Darah saat Akan Azan Zuhur, Polisi Tahu Pelakunya

Detik-detik Mencekam dan Suara 'Pletek' dari Arah Belakang

Yayu menceritakan, awalnya ia dan anak-anaknya berjalan santai di pinggir jalan dari arah atas menuju bawah. Tiba-tiba, ia mendengar suara benturan keras dari arah belakang.

"Sebelum kejadian, saya sama anak-anak sedang jalan di pinggir. Saya lihat ada truk lewat dari bawah ke atas, tapi pas lewat ada suara 'pletek'," ungkap Yayu saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (6/8/2026).

Seketika Yayu menoleh ke belakang dan terkejut melihat truk tersebut bergerak mundur tanpa kendali.

"Truk itu mundur tidak terkendali. Pas saya nengok, truk sudah melindas dua motor, lalu menabrak mobil merah dan mobil putih. Posisi saya dan anak-anak tepat berada di tengah-tengah kejadian itu," tuturnya.

Baca juga: Breaking News - Nurma Zahara Resmi Mengundurkan Diri dari Pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

Aksi Nekat Loncat ke Tebing Demi Selamatkan Buah Hati

Melihat truk besar terus meluncur ke arahnya dalam hitungan detik, Yayu tak berpikir panjang. Tanpa ragu, ia langsung menarik anak sulungnya dan menggendong balitanya untuk melompat dari tepi jalan ke tebing di bawahnya.

"Saya langsung lari saja sama anak-anak, terus loncat dari jalan ke bawah. Anak saya yang SD saya suruh langsung lari menjauh karena truk terus mundur. Saya pangkul anak yang balita. Pas itu truk langsung terjun ke garasi," jelasnya.

Meski berhasil lolos dari maut tanpa luka fisik, trauma mendalam membayangi Yayu dan anak-anaknya. Anaknya yang hendak berangkat sekolah menangis histeris hingga satu jam akibat syok parah dan batal bersekolah.

"Anak saya yang SD syok sampai nangis satu jam dan tidak mau sekolah. Saya juga mau pingsan pas sudah di bawah. Kalau tadi saya lari lurus dan tidak loncat, pasti saya dan anak-anak sudah tertabrak," tambah Yayu.

Garasi Rumah Hancur Tertimpa Truk, Warga Desak Pembatas Jalan

Tak hanya mengancam keselamatan jiwanya, truk yang hilang kendali tersebut akhirnya jatuh menimpa garasi milik Yayu sendiri.

Di dalam garasi tersebut, terdapat dua unit mobil terparkir, dengan satu di antaranya mengalami kerusakan akibat terhantam badan truk.

Yayu menyebutkan bahwa musibah kecelakaan di jalur Ciwidey-Rancabali bukan pertama kalinya terjadi. Tahun lalu, kejadian serupa pernah menghancurkan rumah warga di sekitar lokasi.

Ia berharap pihak pemerintah dan instansi terkait dapat segera memasang pembatas jalan (guardrail) atau penahan benturan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

"Sudah sering terjadi. Tahun kemarin juga ada truk mundur menabrak rumah warga. Saya berharap ada pembatasan jalan atau benteng pengaman demi keselamatan warga dan pengguna jalan," pungkasnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.