Tribunlampung.co.id, Medan - Tabir misteri di balik kematian tragis seorang bocah perempuan berusia enam tahun di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, akhirnya terkuak benderang.
Baca juga: Heboh Kabar Pembunuh Satpam Sumarna Telah Ditangkap, Polisi Beri Penjelasan
Pelaku aksi pembunuhan keji yang tega membuang jasad mungil korban ke dalam sumur tua itu tak lain adalah kerabat dekat keluarga korban sendiri bernama Purcek alias MH (35).
Penangkapan tersangka kekerasan sadis ini berhasil dieksekusi oleh Tim Jatanras Satreskrim Polres Tapanuli Selatan di Desa Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muara Tais, pada Rabu (5/8/2026) siang.
Sebelum menghabisi nyawa korban demi menutupi aksi jahatnya, terduga pelaku disinyalir sempat menculik dan melakukan tindak kekerasan asusila di satu pondok terpencil.
Aksi biadab pria yang sehari-hari dikenal kerap membuat resah warga kampung ini seketika memicu kemarahan mendalam publik.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, IPTU Bontor Sitorus, membenarkan jajarannya telah berhasil meringkus pria yang diduga kuat menjadi dalang utama pembunuhan sadis tersebut.
"Betul, pelaku sudah berhasil kami tangkap. Untuk keterangan lebih jelas dan lengkap, nanti akan kami kabari," ujar IPTU Bontor Sitorus, dilansir Tribun-Medan.com.
Fakta mengejutkan terungkap seusai warga menemukan jasad korban tenggelam di dalam sumur pemukiman pada Kamis (6/8/2026).
Guna mengelabui petugas dan menghilangkan kecurigaan warga, Purcek nekat bersikap tenang bahkan berpura-pura ikut turun ke dalam sumur untuk membantu mengangkat jenazah korban.
Namun, rekayasa pura-pura polos tersebut kandas setelah tim penyidik kepolisian mencocokkan keterangan saksi kunci mengenai pergerakan terakhir korban sebelum menghilang.
"Pelaku sudah diamankan dan ternyata masih ada hubungan keluarga dengan orang tua korban. Di kampung dia dikenal kerap membuat resah," beber Kepala Desa Huta Holbung, Anton Putra Bungsu.
Polisi mengindikasikan bahwa Purcek membawa korban ke pondok kosong sebelum akhirnya mengeksekusi dan memindahkan tubuh korban ke dalam sumur untuk menghilangkan jejak.
MH kini ditahan di sel Mapolres Tapanuli Selatan guna menjalani pemeriksaan intensif dan terancam dijerat pasal berlapis tentang perlindungan anak serta pembunuhan berencana.
Pihak keluarga bersama warga setempat mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan vonis hukuman maksimal atas perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pelaku.
Beginilah kronologi bocah SD perempuan tewas dalam sumur di Angkola Muara Tais, Tapanuli Selatan.
Adapun warga menemukan seorang anak perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur milik warga setempat pada Minggu (2/8/2026).
Lokasinya berada di belakang rumah yang sedang dalam proses pembangunan.
Bocah perempuan diduga merupakan korban kekerasan.
Anton, pemilik rumah mengaku, penemuan jasad bocah enam tahun terjadi di pekarangan rumahnya, tepatnya di dalam sumur yang baru digali.
Saat itu, ia baru saja melakukan syukuran masuk rumah baru.
"Diumumkan warga bahwa ada yang masuk sumur.
Terus saya bilang, pastikan dulu apakah masih hidup. Ternyata korban sudah meninggal," ujar Anton, Selasa siang kemarin.
Diketahui korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri RN dan NH.
RN, ayah korban sangat merasa terpukul mengetahui putri kecilnya tewas mengenaskan dengan kondisi jasad berada di dalam sumur.
Ia mengaku putri kecilnya itu tidak tidur di rumah pada saat malam sebelum ditemukan tewas di dalam sumur warga.
"Putri kami itu tidurnya di sana (rumah dekat TKP).
Kami berharap kepolisian segera mengungkap siapa pelakunya kepada pihak kepolisian," ujar RN.
“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Desmon, Selasa (4/8/2026).