Menyerupai Bungker, Ruangan Ketua Yayasan yang Dipakai untuk Menyimpan 995 Senpi
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 06, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Sebanyak 995 senjata api (senpi) berikut amunisi dan berbagai aksesori senjata ditemukan tersimpan di ruangan ketua pengurus yayasan sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca juga: Kapolda Lampung Bersama Gubernur dan Pangdam Musnahkan Senpi Rakitan serta Narkoba

Temuan tersebut setelah pihak yayasan mengecek ruangan terkunci mantan ketua yayasan. Pengecekan ruangan setelah yayasan memberhentikan mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD pada April 2026.

Pemberhentian itu karena dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi, termasuk dugaan pembelian tanah atas nama istrinya.

Yayasan meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan untuk membuka ruang kepala yayasan yang terkunci, pada 10 Juli 2026.

Menurut kuasa hukum yayasan, Hermawanto, dari ruang tersebut ditemukan 995 pucuk senjata yang terdiri atas senjata api, amunisi, dan berbagai aksesori.

"Hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," ujar Hermawanto dikutip dari Tribunnews, Kamis (6/8/2026).

Temuan itu menjadi dasar polisi membuat Laporan Polisi Model A, yaitu laporan yang dibuat atas temuan langsung dugaan tindak pidana.

Polisi kemudian menerima laporan masyarakat pada 15 Juli 2026 dan hingga Kamis (6/8/2026) masih menginventarisasi seluruh barang bukti serta mendalami asal-usul senjata, narkotika, kaset video porno, dan fungsi ruang yang menurut pihak yayasan menyerupai bungker.

Penyelidikan

Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki temuan ratusan senjata api di sebuah ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Dalam penggeledahan lanjutan, polisi juga menemukan narkotika jenis sabu dan ganja serta kaset video porno.

Pihak yayasan menyebut 995 senjata api, amunisi, dan berbagai aksesori senjata ditemukan di ruang kepala yayasan yang sebelumnya terkunci.

Namun, jumlah tersebut masih berdasarkan keterangan pihak yayasan dan masih diverifikasi penyidik.

Temuan awal itu menjadi dasar penyelidikan yang kemudian berkembang setelah polisi kembali menggeledah sejumlah ruang lain di kompleks yayasan.

Penggeledahan kembali dilakukan pada Rabu (5/8/2026) atas permintaan pihak yayasan untuk membuka sejumlah ruang yang masih terkunci sejak pergantian pengurus.

Salah satunya merupakan ruang yang menurut pihak yayasan memiliki konstruksi menyerupai bunker. Dalam penggeledahan hingga malam hari itu, polisi kembali menemukan sejumlah senjata api.

Penyidik juga menemukan narkotika jenis sabu dan ganja serta kaset video porno yang disimpan di dalam sebuah kotak hitam.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.