Tekan Kasus HIV/AIDS pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Masifkan Edukasi Kesehatan Reproduksi di Sekolah
Sudarma Adi August 06, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperluas strategi pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS dengan mengintensifkan langkah edukasi ke kelompok remaja usia sekolah.

Langkah ini dinilai menjadi kunci utama untuk menekan munculnya kasus baru sekaligus mengikis stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) di kalangan generasi muda.

Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan bahwa pemahaman komprehensif mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko harus ditanamkan sejak dini.

Baca juga: Sound Horeg untuk Agustusan di Sidoarjo Bakal Diperketat, Wajib Izin dan Tak Boleh Ganggu Warga

"Edukasi mengenai kesehatan seksual dan pengenalan diri adalah bentuk perlindungan bagi generasi muda. Berbekal pengetahuan yang tepat, mereka mampu menjaga diri sekaligus tidak memberikan stigma negatif kepada ODHIV," ujar Lakhsmie, Kamis (6/8/2026).

Tekan 60 Kasus HIV Usia Remaja lewat Edukasi Sekolah

Sebagai wujud nyata, Pemkab Sidoarjo menggelar forum edukasi Sidoarjo Youth Safeguard 2026 bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data Dinkes Sidoarjo, akumulasi temuan kasus HIV pada kelompok usia 11–17 tahun sepanjang periode 2001 hingga Juni 2026 mencatatkan 60 kasus, di mana 7 anak meninggal dunia dan 53 anak lainnya rutin menjalani pengobatan terapi antiretroviral (ARV).

Lakhsmie menegaskan bahwa peningkatan angka penemuan kasus ini menunjukkan makin meluasnya jangkauan skrining dini petugas medis di lapangan.

"HIV hanya menular melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah tidak aman, serta penularan dari ibu ke bayi. Kontak fisik biasa seperti jabat tangan tidak menularkan virus," tegasnya.

Putus Rantai Penularan Berbasis Siklus Hidup

Guna memutus mata rantai penularan dari hulu, Dinkes Sidoarjo mengintensifkan skrining kesehatan berbasis siklus hidup melalui program triple elimination (pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B) bagi seluruh ibu hamil.

Selain penanganan medis, Dinkes menekankan pentingnya sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan sosial untuk membentuk karakter remaja yang tangguh serta berani menolak ajakan perilaku berisiko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.