Masalah yang sudah akrab kembali terlihat saat melawan Juventus ketika The Blues menelan kekalahan pramusim kedua secara beruntun.
Pramusim sejatinya menjadi momen untuk membangun kebugaran dan pemahaman antarpemain, namun untuk pertandingan kedua berturut-turut The Blues tampil datar ketika kesulitan membongkar Juventus sebelum akhirnya kebobolan lewat sepakan melengkung indah Edon Zhegrova pada babak kedua.
Tim asuhan Xabi Alonso tampak kehabisan ide saat berupaya mencari gol penyeimbang dan meski Mykhailo Mudryk sudah kembali, mereka tidak pernah benar-benar terlihat mampu menguji lini belakang Juventus.
Kini Alonso dan Chelsea telah menelan dua kekalahan beruntun, dan mereka akan memburu suntikan moral yang sangat dibutuhkan ketika menghadapi AC Milan di Indonesia akhir pekan ini.
Tampil menonjol: Geovany Quenda menjadi pemain terbaik Chelsea saat menghadapi Juventus.
Perekrutan Geovany Quenda senilai £40million agak luput dari sorotan di tengah satu lagi musim panas yang penuh perubahan di Chelsea.
Pemain 19 tahun itu awalnya tidak ikut terbang bersama skuad ke Australia karena mengalami cedera ringan, sehingga ia melewatkan dua pertandingan pertama tur Chelsea.
Namun setelah kembali bugar, Alonso langsung mempercayakan Quenda sebagai starter melawan Juventus dan ia pasti puas dengan apa yang dilihatnya.
Winger asal Portugal itu menjadi percikan positif bagi The Blues di lini serang ketika mereka mendominasi fase awal pertandingan.
Berkombinasi dengan baik bersama bek kanan Marco Palestra, Quenda diberi kebebasan untuk bergerak ke dalam dan menciptakan sesuatu, termasuk melepaskan umpan silang mengarah ke dalam yang disambut sundulan Danny Welbeck namun melebar.
Kontrol bolanya dalam kondisi permainan yang sulit sangat menonjol, dan ia terus berusaha mendapatkan bola serta mendorong Chelsea bergerak maju.
Quenda tidak kekurangan rasa percaya diri, dan ia tampak siap langsung masuk ke susunan starter Chelsea serta memberi pengaruh.
Tidak meyakinkan: Wesley Fofana kesulitan saat membangun serangan dari belakang melawan Juventus.
Chelsea sangat perlu mengurangi pilihan mereka di posisi bek tengah sebelum bursa transfer ditutup.
Meski akhirnya menyepakati kepindahan Trevoh Chalobah senilai £31m ke Como, The Blues masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum Alonso bisa mengatakan ia punya unit pertahanan yang mapan.
Seluruh ketidakpastian ini jelas tidak ideal bagi bos Chelsea tersebut ketika ia berupaya membentuk lini belakang yang bisa diandalkan.
Tanpa Levi Colwill yang cedera, Chelsea terlihat rapuh dan akhirnya dihukum pada babak kedua oleh Zhegrova.
Alonso sebenarnya berharap bisa melihat chemistry berkembang antara Colwill dan Wesley Fofana selama tur, tetapi sekali lagi masalah kebugaran menghalangi dan mengganggu momentum mereka.
Banyak persoalan Chelsea dalam beberapa tahun terakhir berawal dari kurangnya pemahaman di lini pertahanan.
Dengan tiga pekan tersisa sebelum dimulainya musim Liga Primer, mereka belum juga tampak lebih dekat untuk membangun hubungan-hubungan tersebut.
Persaingan: Mike Penders akan bersaing dengan Robert Sanchez untuk menjadi kiper utama Chelsea.
Alonso sudah berbicara dengan jelas mengenai bagaimana ia memandang situasi penjaga gawang di Chelsea.
Robert Sanchez dan Mike Penders akan sama-sama bersaing memperebutkan jersey No1 musim ini, tanpa ada jaminan menit bermain bagi salah satu dari mereka.
Sanchez telah menjadi sosok yang memecah pendapat di bawah mistar Chelsea sejak direkrut dari Brighton pada 2023, dan ada keraguan mengenai kemampuannya untuk bersaing dengan para penjaga gawang terbaik di Eropa.
Sementara itu, Penders datang setelah menjalani musim yang mengesankan bersama klub saudara BlueCo, Strasbourg, tetapi ia masih minim pengalaman di level tertinggi.
Tidak ada kandidat yang benar-benar menonjol untuk mengambil peran sebagai penjaga gawang pilihan pertama Chelsea, dan akan menarik untuk melihat apakah Alonso mulai lebih condong kepada Sanchez atau Penders pada pekan-pekan terakhir pramusim.
Namun yang terlihat jelas saat melawan Juventus adalah beberapa kebiasaan Sanchez sulit dihilangkan, dan meski ia tetap merupakan penepis tembakan yang sangat baik, penguasaannya atas area kotak penaltinya masih jauh dari memuaskan.
Kiper asal Spanyol itu beruntung lolos setelah gagal mengantisipasi satu umpan silang ke area pertahanannya pada babak pertama, dan ia pasti tahu satu kesalahan saja sudah cukup memberi dorongan bagi Penders untuk mengajukan klaim mengambil tempatnya di tim.