Harga Tabung Gas di Belawa Wajo Tembus Rp70 Ribu, Warga Menjerit
Ari Maryadi August 06, 2026 07:22 PM

 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Harga eceran tabung gas elpiji 3 kilogram alias gas melon tembus Rp70 ribu per tabung di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo.

Demikian ditegaskan warga Belawa, Anwar kepada Tribun-Timur.com saat dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp, Kamis (6/8/2026)

"Betul ada beberapa warga yang beli gas elpiji dengan harga Rp70 ribu per tabung," ujarnya.

Lanjut, dirinya mengaku hal tersebut akibat stok gas yang kurang di Kabupaten Wajo.

"Memang kondisi kelangkaan gas elpiji dan kuota sangat kurang," paparnya.

"Berbanding terbalik dengan kebutuhan warga yang meningkat. Saat ini musim tanam, tentu petani butuh gas untuk mesin pompa air dan sekarang yang terjadi juga musim kemarau," sambung Anwar.

Tak sampai di situ, warga harus antre panjang untuk mendapatkan gas elpiji di pangkalan atau mitra.

"Susah kalau kita mau beli di pengecer pasti kosong stoknya karena semua bertumpu di pangkalan. Nah di pangkalan juga sudah mulai dikurangi stok dari pusat," jelasnya.

"Jelas kalau ada di pengecer pasti mereka jual mahal dan memang kami pahami kondisi itu," tambahnya.

Olehnya itu, ia berharap pemerintah segera menambah kuota gas di Kabupaten Wajo, khususnya di Kecamatan Belawa

"Tolong ditambah kuota gas untuk Wajo dan lakukan pengawasan distribusi gas agar tepat sasaran. Jangan lupa tambah titik pangkalan gas di daerah yang rawan terjadi kelangkaan," pintanya.

Di sisi lain, Salah satu pengecer gas elpiji di Jl Pahlawan Sengkang, Ahmad mengaku sulit mendapatkan gas untuk dijual kembali.

"Susah pak. Kami dijatah hanya dua kali dalam seminggu. Itupun jumlah pengambilan di batasi," katanya ditemui Tribun-Timur.com di kiosnya, tidak jauh dari Masjid Nur Ida Royani Dawi, Sengkang.

"Itupun kalau sudah ada di kios pasti langsung dibeli warga, karena mereka pesan terlebih dahulu," bebernya.

Sebelumnya, Pertamina telah melaksanakan extra dropping LPG 3 kg dengan penambahan pasokan hingga 34 persen dari rerata penyaluran harian di empat Kabupaten.

Angka 34 persen penambahan ini setara dengan 2.100 tabung LPG 3 Kg.

Empat kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapatkan tambahan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg.

Antara lain, Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo.

LPG 3 kg atau disebut juga gas melon bersubsidi diperuntukkan bagi rumah tangga sasaran, usaha mikro, nelayan dan petani sasaran.

Penambahan LPG 3 Kg ini dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel, khususnya sektor pertanian.

Peningkatan kebutuhan LPG 3 kg di empat daerah tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas sektor pertanian pada musim kemarau yang mendorong bertambahnya kebutuhan energi untuk operasional pertanian.

Sebagaimana diketahui, LPG 3 kg bisa digunakan oleh petani kecil yang berhak, terutama untuk menyalakan mesin pompa air saat musim kemarau.

Pemerintah juga memasukkan petani sasaran kecil sebagai salah satu penerima yang sah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Kabupaten Bone 157.901,31 hektare, Kabupaten Wajo 123.316,52 hektare, Kabupaten Sidrap seluas 86.548,69 hektare, dan Kabupaten Soppeng 45.441,96 hektare

Selanjutnya, Pertamina juga melakukan monitoring intensif terhadap penyaluran tambahan tersebut selama satu minggu ke depan.

Tujuannya untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Sales Branch Manager VI Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo Budi Utomo, menjelaskan peningkatan kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Bone dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas sektor pertanian pada musim kemarau.

"Berdasarkan pemantauan kami, kebutuhan LPG 3 kg mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas sektor pertanian,” jelas Wahyu, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun-Timur.com, Jumat (31/7/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.