Baru 12 Hari Dicor, Jembatan Jalan Pelita Amblas, Akses Tiga Dusun Terhambat
Ayu Prasandi August 06, 2026 07:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Baru 12 proses pengecoran, jembatan di Jalan Pelita amblas.

Berdasarkan unggahan video amatir yang viral di media sosial Instagram, jembatan yang baru selesai dibangun oleh Kodim Deli Serdang tersebut amblas sehingga memaksa warga kembali menggunakan jembatan kayu darurat yang membahayakan keselamatan.

Sementara itu, jembatan yang menghubungkan tiga dusun di Medan Krio ini sempat di resmikan oleh Bupati Deli Serdang.

Namun hal itu, dibantah langsung oleh Juan Raja (30), Kepala Dusun 12, Desa Medan Krio.

Ia mengungkap bahwa jembatan yang dikenal sebagai Jalan Pelita tidak diresmikan oleh Bupati Deli Serdang itu amblas setelah dilalui oleh truk bermuatan tiang listrik yang mencoba memaksa lewat.

"Sebenarnya Bupati tidak ada meresmikan. Beliau hanya meninjau sekalian lewat karena ada peresmian apa, bedah rumah di Jalan Bangun Mulia.

Beliau sekalian meninjau jembatan ini. Jadi, amblasnya jembatan itu dikarenakan ada muatan, truk bermuatan tiang listrik memaksa lewat," ujar Juan saat ditemui Tribun Medan, Kamis (6/8/2026).

Juan mengungkapkan bahwa jembatan tersebut masih dalam tahap pengeringan saat dilalui kendaraan berat.

Proses pengecoran seharusnya membutuhkan waktu minimal 28 hari sebelum dapat dilalui kendaraan.

"Ini masih tahap pengeringan, baru dicor. Kita  pengecoran ada tahap setidaknya 28 hari minimal, baru bisa dilewati. Kemarin baru 12 hari," ungkapnya.

Meskipun demikian, jembatan terpaksa dibuka untuk pengendara sepeda motor karena jembatan darurat kayu sudah dalam kondisi membahayakan.

"Iya, karena dibuka sepeda motor karena jembatan darurat kita kan sudah bahaya. Kemarin kan naik lagi debit air pas hujan itu. Jadi dibukalah untuk jalan untuk kereta," tambahnya.

Sebelum dibangun oleh Kodim Deli Serdang, warga setempat menggunakan jembatan kayu darurat yang sempat putus total. 

Jembatan kayu tersebut dinilai membahayakan bagi keselamatan para pengendara sepeda motor yang melintas.

Setelah jembatan baru amblas, warga kembali terpaksa menggunakan jembatan kayu yang berbahaya tersebut.

"Yang retak itu semalam baru satu hari," kata Juan.

Jembatan Jalan Pelita yang menghubungkan Dusun 12, Dusun 6, dan Dusun 13 di Desa Medan Krio ini sebelumnya hancur total akibat banjir yang terjadi pada bulan November lalu.

"Ini kejadian banjir bulan 11 tahun kemarin. Baru dikerjakan hampir 2 bulan yang lalu. Iya, karena  ini kan dihancuri total dibuat lagi. Warga sementara waktu itu lewat jembatan di sebelahnya dari kayu," jelas Juan.

Sementara itu, pengerjaan jembatan oleh Kodim Deli Serdang berlangsung hampir dua bulan. 

Rencananya, jembatan tersebut akan diresmikan pada 1 Agustus 2026, namun masih ada tahap finishing yang harus diselesaikan.

"Rencana awalnya 1 Agustus kemarin ini diresmikan Kodim Deli Serdang. Cuma mungkin belum lagi. Jadi masih ada lagi tahap yang mau diselesaikan finishing-nya," ungkapnya.

Jembatan ini merupakan akses vital bagi warga tiga dusun di Desa Medan Krio. Tanpa jembatan ini, warga kesulitan untuk keluar masuk dusun mereka.

"Ini menghubungkan dari Desa Medan Krio. Ini jalan utama untuk desa kami lah, dusun kami, kan. Untuk keluar ke sana kan masih desa kami, Medan Krio juga. Masih Medan Krio-Medan Krio ini. Ini Dusun 12, Dusun 6, Dusun 13," pungkasnya.

(Cr9/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.