TRIBUNPEKANBARU.COM - Upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) bersama masyarakat Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Program Konservasi Mangrove untuk Pengembangan Ekowisata dan Edukasi Lingkungan.
Kegiatan penanaman yang diikuti oleh 24 peserta ini melibatkan kelompok pengelola mangrove dan masyarakat setempat. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir Desa Kelapapati sebagai upaya memperkuat perlindungan garis pantai sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Program tersebut juga merupakan bagian dari komitmen PT PLN (Persero) UIP Sumbagteng dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 14 – Ekosistem Laut, melalui perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga kawasan pesisir. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar upaya konservasi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir.
Selain mampu mengurangi abrasi dan menahan intrusi air laut, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon biru (blue carbon), menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat alami bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan biota pesisir lainnya.
Keberadaan hutan mangrove yang terjaga juga membuka peluang pengembangan kawasan sebagai destinasi ekowisata dan sarana edukasi lingkungan.
Dengan pengelolaan yang baik, kawasan mangrove diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai pelindung ekosistem pesisir.
Sekretaris Camat Bengkalis, Fitra Rama, S.STP, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun PLN bersama masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.
"Konservasi mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem pesisir sebagai aset daerah yang bernilai ekologis maupun ekonomi," ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Sumbagteng, Muhammad Jamil, mengatakan bahwa penanaman mangrove merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
"Penanaman mangrove bukan sekadar menambah tutupan vegetasi di kawasan pesisir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif merawat dan mengelola kawasan ini sehingga manfaat ekologis, sosial, dan ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan," kata Muhammad Jamil.
Menurutnya, keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, PLN terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak lainnya agar kawasan mangrove dapat terus terjaga dan berkembang secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap kawasan mangrove di Desa Kelapapati semakin kuat dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus berkembang sebagai kawasan konservasi yang mendukung edukasi lingkungan dan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.