Antisipasi Penyebaran Karhutla di Riau, 11 Ton Garam Disemai dari Langit
Firmauli Sihaloho August 06, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Tidak hanya melakukan pemadaman titik api melalui jalur darat, tetapi juga melakukan upaya pencegahan melalui operasi udara.

Selama sepekan terakhir, Tim Satgas Udara Karhutla Riau telah menyemai 11 ton garam (NaCl) ke awan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan di wilayah rawan kebakaran.

Operasi berlangsung dari 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-SNM. Selama periode tersebut, pesawat melaksanakan 11 sorti penerbangan dengan total durasi 24 jam 34 menit.

Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan penyemaian awan berhasil memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah yang berpotensi mengalami karhutla.

Pada hari terakhir operasi, Rabu (5/8/2026), dua sorti penerbangan difokuskan ke wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Indragiri Hulu, hingga sebagian Rokan Hilir.

Selain operasi modifikasi cuaca, Satgas Udara juga memperkuat kesiapsiagaan armada pemadaman.

BNPB menyiagakan satu helikopter patroli dan lima helikopter water bombing untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Baca juga: Sudah 19 Warga Terluka Diserang Monyet Ganas di Tembilahan Riau, Ada Tanda Codet di Pipi

Baca juga: Trek-trekan dan Knalpot Brong Resahkan Teluk Kuantan, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Sementara untuk update terbaru Karhutla di Riau, dijelaskan Edi, saat ini tim gabungan masih berjibaku memadamkan sejumlah titik api yang masih aktif, di antaranya di wilayah Sungai Guntung dan kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan, Kabupaten Indragiri Hulu. 

Selain itu, di Kabupaten Indragiri Hilir, petugas juga terus melakukan penanganan di Kelurahan Kerumutan dan Teluk Kiambang.

Edi menjelaskan, untuk kebakaran di Desa Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, api dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, asap tipis masih terlihat sehingga petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.

"Penanganan karhutla di Riau melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan hingga Masyarakat Peduli Api (MPA)," katanya, Kamis (6/8/2026).

Edy Afrizal menyebutkan, kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi karhutla di Riau hingga kini masih terkendali. 

"Kecepatan respons di lapangan serta pemantauan titik panas secara berkala ini penting bagi kami agar kebakaran tidak meluas," katanya.

BPBD Provinsi Riau terus meningkatkan kewaspadaan. Patroli darat dan udara akan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya titik api baru, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Pihaknya memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya apabila kembali muncul titik api baru.

Selain itu, Edy juga mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Riau dari ancaman karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat," katanya. (Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.