Tema Met Gala 2027 John Galliano Tuai Kontroversi, Antara Warisan Fashion dan Masa Lalu Kelam
Nurri Indah Kholillah August 06, 2026 07:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Tema Met Gala 2027 mulai terungkap, namun pengumuman tersebut langsung memunculkan beragam reaksi dari pencinta mode di seluruh dunia. Alih-alih hanya mendapat antusiasme, tema yang dipilih justru memicu perdebatan karena sosok yang menjadi pusat perhatian dalam pameran tersebut.

Pada Jumat, 31 Juli 2026, Metropolitan Museum of Art bersama Vogue mengumumkan pameran musim semi Costume Institute 2027 bertajuk "John Galliano: Horizon." Pameran retrospektif ini akan menyoroti perjalanan kreatif dan warisan desain Galliano, salah satu desainer yang dianggap memiliki pengaruh besar dalam perkembangan fashion modern.

Tema pameran tersebut nantinya menjadi inspirasi utama dress code Met Gala 2027. Melansir USA Today, Rabu, 5 Agustus 2026, Galliano dikenal sebagai desainer visioner yang menghadirkan pertunjukan mode penuh drama dengan eksplorasi haute couture yang ikonis.

Sepanjang kariernya, karya Galliano telah dikenakan oleh berbagai figur ternama, termasuk Celine Dion, Kate Moss, dan Putri Diana. Pengaruh desainnya juga masih terlihat dalam industri hiburan saat ini. Sejumlah selebritas seperti Rihanna, Margot Robbie, dan Zendaya pernah tampil menggunakan koleksi arsip Galliano di berbagai kesempatan.

Meski memiliki kontribusi besar bagi dunia fashion, keputusan mengangkat sosok Galliano sebagai tema Met Gala 2027 tetap menuai kritik. Kontroversi tersebut berkaitan dengan insiden pada 2011 ketika ia ditangkap di Paris setelah melontarkan pernyataan anti-Semit dan rasis. Peristiwa itu membuatnya kehilangan posisi sebagai direktur kreatif Dior.

Sosok John Galliano

Perancang busana asal Inggris John Galliano tuai kontroversi saat merancang Tema untuk Met Gala 2027. (Dok: Dimitrios Kambouris/AFP)
Perancang busana asal Inggris John Galliano tuai kontroversi saat merancang Tema untuk Met Gala 2027. (Dok: Dimitrios Kambouris/AFP)

Galliano menjadi salah satu desainer yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah fashion modern. Setelah lulus dari Central Saint Martins, University of the Arts London, pada 1984, ia memulai perjalanan karier dengan mendirikan label atas namanya sendiri di London sebelum mengembangkan kiprahnya di Paris.

Gaya desain Galliano yang teatrikal dengan perpaduan unsur sejarah, seni, dan haute couture membuat namanya cepat dikenal di dunia mode. Kariernya semakin bersinar ketika ia dipercaya memimpin Givenchy pada 1995, lalu menjadi direktur kreatif Dior setahun setelahnya.

Sebagai desainer Inggris pertama yang memimpin rumah mode Prancis tersebut, Galliano menghadirkan berbagai karya ikonis, termasuk tas Dior Saddle. Rancangannya juga pernah dikenakan Putri Diana di Met Gala 1996. Setelah meninggalkan Dior pada 2011 akibat kontroversi, Galliano perlahan kembali membangun reputasinya di industri fashion.

Kontroversi Karier John Galliano

Pertunjukan 'Chee-shie-san' karya desainer Inggris John Galliano untuk rumah mode Prancis Christian Dior (kiri) dan pertunjukan kimono serta jaket karya desainer Jepang Jotaro Saito ditampilkan selama pratinjau pers pameran 'Kimono: Kyoto to Catwalk' di Museum Victoria and Albert di pusat kota London pada tanggal 26 Februari 2020. (Dok: Daniel LEAL / AFP)
Pertunjukan 'Chee-shie-san' karya desainer Inggris John Galliano untuk rumah mode Prancis Christian Dior (kiri) dan pertunjukan kimono serta jaket karya desainer Jepang Jotaro Saito ditampilkan selama pratinjau pers pameran 'Kimono: Kyoto to Catwalk' di Museum Victoria and Albert di pusat kota London pada tanggal 26 Februari 2020. (Dok: Daniel LEAL / AFP)

Di balik reputasinya sebagai desainer visioner, Galliano juga memiliki perjalanan karier yang diwarnai kontroversi. Pada 2011, ia ditangkap di Paris setelah terlibat dalam dua insiden yang berkaitan dengan ujaran anti-Semit dan rasis.

Salah satu insiden tersebut terekam dalam video yang memperlihatkan Galliano melontarkan pernyataan kontroversial saat berada di bawah pengaruh alkohol. Rekaman itu memicu kecaman luas dari masyarakat dan industri fashion global.

Dampak kasus tersebut membuat Dior memberhentikannya dari posisi direktur kreatif. Pengadilan Paris kemudian menyatakan Galliano bersalah atas ujaran kebencian dan menjatuhkan hukuman denda.

Setelah kejadian itu, Galliano menjalani rehabilitasi dan menjauh dari sorotan publik. Ia kembali ke dunia mode pada 2014 setelah dipercaya menjadi direktur kreatif Maison Margiela, membuka babak baru dalam perjalanan profesionalnya.

Met Gala 2027

Pada Tema untuk Met Gala 2027, penyanyi Rihanna menghadiri mengenakan busana darirancangan John Galliano kembali?. (Angela WEISS / AFP)
Pada Tema untuk Met Gala 2027, penyanyi Rihanna menghadiri mengenakan busana darirancangan John Galliano kembali?. (Angela WEISS / AFP)

Pengumuman tema Met Gala 2027 langsung memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sebagian pencinta mode menyambut antusias pameran "John Galliano: Horizon" karena memberikan kesempatan untuk melihat kembali karya-karya arsip sang desainer yang berpengaruh.

Di sisi lain, sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Metropolitan Museum of Art mengangkat Galliano sebagai figur utama, mengingat kontroversi yang pernah mencoreng reputasinya.

Setelah pameran "Superfine: Tailoring Black Style" pada 2026, pameran John Galliano akan mengulas perjalanan kreatifnya selama berkarya di Givenchy, Dior, hingga Maison Margiela. Pameran ini tidak hanya menampilkan inovasi desain, tapi juga membahas kontroversi, konsekuensi dari tindakannya, serta perubahan pandangan publik terhadap warisan karyanya.

Kehadiran pameran tersebut menghadirkan gambaran menyeluruh tentang perjalanan Galliano dalam industri fashion.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.