Keluarga Yurizal Buka Suara, Pasien BPJS 8 Jam Tak Dapat Ruang Perawatan Berujung Meninggal Dunia
Rita Lismini August 06, 2026 07:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Keluarga almarhum Yutrizal Tri Chaerawan akhirnya menyampaikan pernyataan resmi setelah peristiwa yang menimpa almarhum menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Diketahui, nama Yurizal sebelumnya menjadi sorotan setelah curhatnya sebagai pasien BPJS yang mengaku menunggu hingga delapan jam tanpa mendapatkan ruang perawatan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut kemudian memicu berbagai respons publik hingga menjadi perbincangan luas.

Pernyataan resmi keluarga itu diunggah ulang oleh akun Threads @yanifiltania pada Rabu (5/8/2026), lalu kembali menjadi perhatian publik.

Dalam unggahannya, Yanifiltania mengajak masyarakat menghormati keputusan keluarga.

"Teman-teman, berikut pernyataan resmi dari keluarga Alm @yurizaltrich. Mohon kita hargai keputusan keluarga yaaa. Terimakasih," tulis Yanifiltania, dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (6/8/2026).

Unggahan tersebut turut membagikan surat pernyataan resmi keluarga yang bersumber dari akun @maulidyayusthikach.

Melalui surat itu, keluarga menyampaikan bahwa mereka menganggap seluruh proses terkait peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik telah selesai.

Karena itu, keluarga berharap persoalan tersebut tidak lagi menjadi pembahasan di ruang publik.

"Kami, keluarga besar almarhum Yutrizal Tri Chaerawan, menyampaikan bahwa seluruh proses terkait peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik telah kami anggap selesai. Oleh karena itu, kami berharap persoalan ini tidak lagi menjadi bahan pembahasan di ruang publik," tulis keluarga.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka masih berusaha melewati masa-masa sulit setelah kehilangan orang yang mereka cintai.

Mereka meminta masyarakat, termasuk rekan media dan berbagai pihak lainnya, memberikan ruang agar keluarga dapat menjalani masa berkabung dengan tenang.

"Saat ini, kami masih berada dalam suasana duka dan memerlukan waktu serta ketenangan untuk menjalani masa berkabung. Dengan segala hormat, kami memohon kepada rekan-rekan media maupun pihak-pihak lainnya agar tidak lagi menghubungi anggota keluarga kami melalui berbagai saluran komunikasi," lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, keluarga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan, perhatian, dan simpati sejak kabar duka Yurizal tersebar.

"Kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, perhatian, dan simpati kepada almarhum serta kepada keluarga kami. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa."

Di akhir pernyataan, keluarga kembali meminta agar keputusan mereka dihormati dan privasi keluarga tetap dijaga selama menjalani masa berkabung.

"Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Atas pengertian dan penghormatan terhadap privasi keluarga kami, kami ucapkan terima kasih."

Pernyataan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet.

Mayoritas menyatakan akan menghormati permintaan keluarga untuk tidak lagi membahas persoalan tersebut.

Meski demikian, sebagian warganet berharap proses penindakan terhadap pihak-pihak yang dinilai melakukan pelanggaran tetap berjalan sesuai aturan.

"Kita tetap kawal para pelakunya sampai dapat sanksi yang sesuai tanpa mengganggu ketenangan keluarga almarhum Yurizal," tulis seorang warganet.

Warganet lainnya turut menyampaikan doa agar keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa duka.

"Semoga keluarga dilapangkan, diberikan ikhlas dan penghiburan dalam melewati masa dukanya. Semoga Mas Yurizal mendapatkan pahala atas kesabarannya. Untuk pelaku harapannya tetap ditindak tegas dan diberi efek jera," tulis warganet lainnya.

Sementara itu, ada pula warganet yang menilai keputusan keluarga untuk tidak memperpanjang persoalan patut dihormati. Namun, menurutnya, pihak yang terbukti bersalah tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sebenarnya bisa saja keluarga almarhum membawa para penghujat ke jalur hukum. Tapi mungkin keluarga memilih berlapang dada dan tidak ingin memperpanjang masalah. Yang bersalah tetap harus dihukum. Walaupun keluarga sudah memaafkan, kalau tidak ada sanksi atau hukuman, kejadian serupa bisa saja terulang lagi di kemudian hari," tulis warganet.

Hingga kini, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati permintaan tersebut dengan memberikan ruang bagi mereka untuk menjalani masa berkabung dengan tenang, sekaligus menjaga privasi keluarga di tengah duka yang masih mereka rasakan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.