Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai dilakukan, salah satunya melalui kios resmi Penerima Penyerahan di Titik Serah (PPTS) pupuk bersubsidi, Kamis (6/8/2026).
Pantauan TribunBengkulu.com di Kios Tani Sejahtera yang berlokasi di Desa Kayu Kunyit, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, penyaluran pupuk mulai dilakukan sejak pukul 09.00 WIB.
Proses penyaluran pupuk tersebut mendapat pengawasan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Babinsa guna memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Dengan adanya pengawasan tersebut, para anggota kelompok tani yang menebus pupuk terlihat lebih tertib mengikuti antrean sehingga proses penyaluran dapat berlangsung dengan lancar.
Asnani, Admin Kios Tani Sejahtera, mengatakan penyaluran pada hari ini meliputi 8 ton pupuk NPK Phonska dan 8 ton pupuk urea. Pupuk tersebut tiba di kios pada Rabu (5/8/2026), sehingga baru dapat disalurkan kepada para petani pada Kamis.
“Kalau untuk total penyaluran sejak Januari hingga Agustus 2026 sudah mencapai 88 ton pupuk Phonska dan 40 ton pupuk urea,” ujar Asnani saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (6/8/2026).
Cara Menebus Pupuk Subsidi
Asnani menjelaskan, penebusan pupuk bersubsidi dilakukan secara perorangan meskipun petani terdaftar dalam kelompok tani. Kelompok tani hanya berfungsi sebagai wadah pengusulan penerima pupuk bersubsidi.
“Ada sekitar 23 kelompok tani yang mengambil pupuk bersubsidi. Namun, seluruh pupuk diambil oleh masing-masing anggota sesuai kuota yang terdaftar di aplikasi. Jadi, setiap penerima yang sudah mengambil pupuk akan langsung tercatat di aplikasi. Jika kuotanya sudah habis sesuai data, maka tidak bisa mengambil lagi. Kami menyalurkan pupuk sesuai data penerima yang terdaftar di aplikasi,” ungkap Asnani.
Ia menambahkan, saat ini stok pupuk NPK Phonska di kios tersebut sudah habis disalurkan. Sementara itu, stok pupuk urea masih tersisa sekitar 4 ton dan pupuk organik sekitar 6 ton.
Bagi anggota kelompok tani di Bengkulu Selatan, Asnani mengimbau agar memantau jadwal penyaluran pupuk di kios resmi masing-masing. Sebab, waktu penyaluran tidak dilakukan secara serentak, melainkan menyesuaikan dengan jadwal distribusi dan ketersediaan stok di masing-masing kios.
Asnani juga mengimbau para petani agar menebus pupuk sesuai jadwal dan kuota yang telah ditetapkan.
Dengan penyaluran yang tertib dan sesuai aturan, diharapkan kebutuhan pupuk petani di Bengkulu Selatan dapat terpenuhi sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian pada musim tanam tahun ini.