TRIBUNBENGKULU.COM - Kabar yang ditunggu-tunggu jutaan pengguna Pertalite akhirnya datang. Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan kemudian menjadi perbincangan setelah diunggah akun Threads @lambe_turah pada Kamis (6/8/2026).
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan caption singkat, "Nah, aman sampai akhir tahun."
Pernyataan Airlangga pun langsung menjadi perhatian masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir diwarnai berbagai isu mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM.
Airlangga menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah agar harga Pertalite tetap terjaga hingga Desember 2026.
"Arahan Bapak Presiden juga, di tengah ketidakpastian, BBM tetap kita jaga resiliensinya, di mana APBN sebagai shock absorber. Untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman, jadi ini sudah masuk buffer," ujar Airlangga Hartarto, dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (6/8/2026).
Menurut pemerintah, kepastian tersebut diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan rasa tenang bagi para pengguna kendaraan yang setiap hari bergantung pada Pertalite.
Selain menjaga harga tetap stabil, pemerintah juga menegaskan akan terus mengawasi distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
Masyarakat pun diimbau menggunakan BBM sesuai peruntukannya dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet.
Sebagian menyambut baik kepastian yang diberikan pemerintah. Namun, tidak sedikit pula yang masih menyampaikan keraguan.
"Ingat sampai tanggal 31 Desember 2026 pukul 23.59, masuk pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2027 langsung duaar... menyala Pertalite-ku," tulis seorang warganet.
Komentar lain menyinggung persoalan pasokan BBM di sejumlah daerah.
"Nggak akan naik tapi langka," tulis akun lainnya.
Ada pula warganet yang mengaku belum sepenuhnya yakin dengan kepastian tersebut.
"Tetap jaga 100 persen percaya, karena statement ini bisa aja untuk menenangkan hati publik sementara," tulis seorang pengguna media sosial.
Sementara itu, komentar lain menyoroti stok Pertalite di SPBU.
"Sekarang aja stok Pertalite di SPBU sudah dibuat langka. Ditambah banyak orang yang memakai Pertalite, semakin nangis yang jadi driver dan masyarakat bawah," tulis warganet.
Meski memunculkan beragam tanggapan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga Pertalite hingga akhir tahun 2026.