Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Jalur lintas eks KKA yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara dan Lhokseumawe mendadak lumpuh total.
Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan panjang hingga berjam-jam di kawasan Kampung Kem, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com, kemacetan parah ini terjadi akibat adanya pengerjaan infrastruktur di titik vital tersebut.
Balai Pelaksana Jalan bersama kontraktor PT Nindya Karya tengah mengebut pengerjaan pemasangan struktur box culvert permanen di lokasi.
Pembangunan box culvert ini merupakan langkah strategis untuk mengakhiri masalah langganan banjir dan luapan air yang kerap merusak badan jalan saat intensitas hujan tinggi.
Meski berdampak pada kelancaran lalu lintas saat ini, proyek tersebut ditargetkan dapat menyelesaikan masalah drainase secara jangka panjang.
Wahyu, salah seorang pengguna jalan, mengaku sudah terjebak kemacetan hingga berjam-jam akibat perbaikan jalan tersebut.
"Kami masih di lokasi, sudah tiga jam terjebak di sini dan belum bisa lewat," ujar Wahyu kepada TribunGayo.com, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, kemacetan terjadi akibat pemasangan struktur box culvert di wilayah Kem.
Akibatnya, mobil belum bisa melintas hingga memicu antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer.
"Ada beberapa kilometer kendaraan yang terjebak, termasuk mobil tangki pengangkut BBM milik Pertamina," ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bener Meriah, Alfahmi, menyebutkan bahwa pihak Pemkab sebelumnya telah melakukan penanganan darurat di lokasi rawan banjir tersebut.
"Sebelumnya kami telah memasang gorong-gorong agar aliran air kembali lancar dan genangan di badan jalan dapat diminimalisir," kata Alfahmi saat dikonfirmasi TribunGayo.com.
Ia menambahkan, saat ini proyek fisik telah memasuki tahap penanganan permanen di bawah kewenangan pemerintah Provinsi dan pelaksana terkait.
Alfahmi juga mengimbau masyarakat serta pengguna jalan yang melintasi rute KKA Lhokseumawe Rembele untuk tetap berhati-hati, khususnya saat intensitas hujan tinggi.
Perlu diketahui, selain pemasangan box culvert, Pemerintah Aceh juga membangun dua Jembatan Bailey di ruas jalan tersebut.
Masing-masing di Kampung Bintang Permata dan Kampung Bintang Bener, Kecamatan Permata, Bener Meriah.
Salah satu jembatan diproyeksikan memiliki panjang 42 meter dan lebar 4 meter.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir Mawardi ST menjelaskan bahwa proyek jembatan ini dibiayai penuh melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) atas arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda.
"Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan konektivitas pascabencana hidrometeorologi guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian di kawasan tersebut," demikian Mawardi. (*)
Baca juga: Proyek Box Culvert Picu Kemacetan di Lintas Eks KKA, Besok akan Ditutup Sementara? Ini Kata Pemkab
Baca juga: Melalui Gerakan Kakao Aceh Hebat, Tagore Targetkan Kakao Bener Meriah Tembus Pasar Internasional
Baca juga: Pelaku Penganiayaan Anak di Bener Meriah Resmi Dilimpahkan ke Kejari