Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Perbaikan jalan dan pembangunan box culvert permanen di jalur lintas eks KKA, Kampung Kem, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh memicu kemacetan.
Arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara dan Lhokseumawe kini harus diberlakukan sistem buka-tutup.
Informasi yang dihimpun TribunGayo.com jika pemasangan struktur box culvert permanen oleh Balai Pelaksana Jalan melalui kontraktor PT Nindya Karya ini difokuskan untuk mengatasi masalah luapan air jangka panjang.
Jalur tersebut kerap tergenang air sungai tiap kali hujan deras turun, terutama di titik bekas longsor bencana tahun 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bener Meriah, Alfahmi, menyebutkan bahwa pihak Pemkab sebelumnya telah melakukan penanganan darurat di lokasi rawan banjir tersebut.
"Sebelumnya kami telah memasang gorong-gorong agar aliran air kembali lancar dan genangan di badan jalan dapat diminimalisir," kata Alfahmi saat dikonfirmasi TribunGayo.com, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, saat ini proyek fisik telah memasuki tahap penanganan permanen di bawah kewenangan pemerintah Provinsi dan pelaksana terkait.
Alfahmi juga mengimbau masyarakat serta pengguna jalan yang melintasi rute KKA Lhokseumawe Rembele untuk tetap berhati-hati, khususnya saat intensitas hujan tinggi.
Mengenai kabar yang beredar luas di media sosial terkait rencana penutupan total jalur KKA pada Jumat (7/8/2026) pukul 09.00-12.00 WIB.
Pihak pemerintah daerah menyatakan belum menerima instruksi atau koordinasi resmi dari pihak pelaksana proyek provinsi.
"Pengerjaan ini dilakukan pihak provinsi. Terkait informasi penutupan jalan sementara, kami belum menerima laporan resmi," kata Alfahmi.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Ilham Abdi.
Selain pemasangan box culvert, Pemerintah Aceh juga membangun dua Jembatan Bailey di ruas jalan tersebut masing-masing di Kampung Bintang Permata dan Kampung Bintang Bener, Kecamatan Permata.
Salah satu jembatan diproyeksikan memiliki panjang 42 meter dan lebar 4 meter.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir Mawardi ST menjelaskan bahwa proyek jembatan ini dibiayai penuh melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) atas arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda.
"Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan konektivitas pascabencana hidrometeorologi guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian di kawasan tersebut," pungkas Mawardi. (*)
Baca juga: Harga Emas Murni dan London di Bener Meriah Melonjak, Warga Ramai Menjual
Baca juga: Melalui Gerakan Kakao Aceh Hebat, Tagore Targetkan Kakao Bener Meriah Tembus Pasar Internasional
Baca juga: Perekaman KTP-el Bener Meriah Tembus 123 Ribu Jiwa, Dukcapil Pastikan Stok Blangko Aman