Kasus Suspek Campak Muncul di Area Perusahaan, Dinas Kesehatan Tana Tidung Tingkatkan Kewaspadaan
Cornel Dimas Satrio August 07, 2026 12:46 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung (KTT) meningkatkan kewaspadaan setelah menerima laporan adanya satu orang dengan gejala campak di kawasan perusahaan.

Meski demikian, kasus tersebut masih berstatus suspek dan belum dapat dipastikan sebagai campak. Pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan akan menentukan kepastian diagnosis.

Kepala Dinas Kesehatan KTT, Sarif, menegaskan setiap laporan gejala campak langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi.

"Kalau suspek itu memang selalu ada, tapi untuk memastikan itu campak atau bukan kan tergantung pemeriksaan epidemiologi, jadi memang harus ada pemeriksaan lanjutan. Kalau berbicara gejala ya pasti ada saja," kata Sarif, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung Angkat Inovasi Bangkit, Fokus Rekam Medik Elektronik

Menurutnya, laporan suspek diterima beberapa hari terakhir dari kawasan perusahaan.

Petugas kesehatan dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi pasien sekaligus mencegah kemungkinan penyebaran penyakit.

"Memang beberapa hari ini ada kita mendapat laporan suspek, makanya petugas rencananya mau langsung ke sana untuk pemeriksaan karena kebetulan suspek ini posisinya ada di area perusahaan, jadi memang dia pendatang," ujarnya.

Sarif menekankan, meski pasien merupakan pendatang, penanganan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah karena berada di wilayah Tana Tidung.

"Walaupun dibilang pendatang kita tetap harus tangani karena posisinya ada di kita. Tapi ini masih suspek, jadi belum bisa dipastikan betul campak atau tidak," jelasnya.

Ia memastikan hingga kini belum ditemukan kasus campak terkonfirmasi positif di Tana Tidung.

Namun kewaspadaan tetap dilakukan mengingat penyakit ini berpotensi menular.

"Untuk saat ini belum ada kita temukan kasus campak yang positif terpapar," ungkapnya.

Sarif mengingatkan, beberapa tahun lalu Tana Tidung pernah mencatat satu kasus campak.

Saat itu, pemeriksaan langsung dilakukan terhadap masyarakat sekitar untuk memastikan tidak terjadi penyebaran.

"Kalau dulu beberapa tahun yang lalu memang pernah ada kasus. Akhirnya kita lakukan pemeriksaan ke masyarakat sekitar dan Alhamdulillah belum ada penyebaran, jadi baru di orang itu saja," katanya.

Karena itu, begitu menerima laporan suspek terbaru, Dinkes segera menyiapkan tim untuk pemeriksaan lapangan.

"Sementara ini kita dapat laporan suspek itu satu orang, jadi nanti petugas dua orang akan ke sana memeriksa biar bisa kita putus mata rantainya sehingga tidak menular ke yang lain," jelasnya.

Selain memperkuat pemantauan, Dinkes kembali mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan.

"Makanya itu pentingnya imunisasi karena biasanya kalau orang yang terkena campak pasti imunisasinya bermasalah, artinya bisa jadi belum vaksinasi. Makanya sejak balita itu kan perlu ke posyandu untuk pemeriksaan dan pemberian vaksin," pungkas Sarif.

(*)

Penulis : Rismayanti 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.