Kepsek SDN Cisoka III Tangerang Apresiasi Program BRI Peduli Ini Sekolahku
domu d ambarita August 07, 2026 01:35 AM

 

 

WARTAKOTALIVE.COM, BANTEN - Murid-murid dari enam sekolah penerima bantuan program BRI Peduli Ini Sekolahku, mengikuti berbagai kegiatan. Misalnya, pentas seni dan kelas inspirasi berupa kegiatan interaktif yang membuka wawasan siswa tentang dunia kerja di era digital sekaligus menanamkan kesadaran finansial sejak dini.

Murid-murid itu berasal dari SDN Cisoka III dan SDN Sukatani 2 Cisoka di Kabupaten Tangerang, SDN 013 Pasirkaliki Kota Bandung, SDN 104 Langensari Kota Bandung, SDN 1 Sagalaherang Subang dan SDN Sukamahi 2 Megamendung Kabupaten Bogor.

Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang merupakan program BRI Peduli Ini Sekolahku bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI.

Progrma ini berfokus pada upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Melalui program ini, BRI memberikan berbagai bentuk dukungan, antara lain renovasi atau pembangunan ruang kelas, perbaikan perpustakaan, pembangunan atau renovasi toilet sekolah, perbaikan lapangan dan area bermain, penyediaan meja, kursi, dan perlengkapan belajar, serta pemberian bantuan beasiswa bagi para siswa.

Kepala Sekolah SDN Cisoka III di Kabupaten Tangerang, Banten, Sarna SPd mengungkapkan apresiasi atas kepedulian BRI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui Program BRI Peduli Ini Sekolahku.

Bagi SDN Cisoka III, hadirnya Program BRI Peduli Ini Sekolahku menjadi lebih dari sekadar bantuan sarana dan prasarana pendidikan. 

Program ini menjadi wujud kepedulian dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih baik, sehingga mampu mendorong semangat belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para siswa untuk mengembangkan potensi dan menggapai cita-cita mereka.

"Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BRI yang melaksanakan Program BRI Peduli dalam peningkatan mutu pendidikan melalui Program Ini Sekolahku. Manfaat dari program ini sangat besar, terutama bagi anak-anak didik kami. Mereka menjadi lebih semangat dalam kegiatan belajar mengajar," ungkap Sarna, baru-baru ini.

Meningkatkan Mutu dan Pemerataan Kualitas Pendidikan Nasional

BRI Peduli Ini Sekolahku adalah salah satu program utama Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang berfokus pada pilar pendidikan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan nasional, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana (seperti daerah 3T: Tertinggal, Terdepan, Terluar, serta wilayah pedesaan/perbatasan).

Prinsip dasarnya Adalah setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan kegiatan BRI Peduli di berbagai Sekolah Dasar dalam rangka Hari Anak Nasional bertujuan menumbuhkan semangat belajar dan keberanian meraih cita-cita, mengembangkan karakter dan keterampilan.

“Ini merupakan persembahan dari kami BRI bagi anak-anak Indonesia. Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, harapannya para siswa bisa mendapatkan pembelajaran tambahan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini,” kata Corporate Secretary BRI Dhanny.

Dhanny mengungkapkan, BRI senantiasa memberikan dukungan bagi kemajuan pendidikan dan kecerdasan anak-anak Indonesia. Upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa tidak hanya dilakukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi juga melalui berbagai pendekatan lain yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan pada 2021, Program BRI Peduli Ini Sekolahku telah menjangkau 68 sekolah di 17 provinsi dan memberikan manfaat langsung kepada 11.428 penerima. Program ini juga tercatat sebanyak 264 fasilitas terenovasi, 27 fasilitas terbangun, dan 4.666 unit sarana dan prasarana diberikan.

Lebih lanjut, evaluasi program juga menunjukkan Learning Comfort Score (LCS) sebesar 89 persen, yang mencerminkan peningkatan kualitas lingkungan belajar dari sisi kenyamanan, keamanan, serta motivasi belajar siswa.

 

Bentuk Program Nyata bagi Sekolah dan Murid

Program Program BRI Peduli Ini Sekolahku   mengombinasikan pembenahan fisik (infrastruktur), sarana pendukung, hingga pengembangan motivasi dan finansial siswa:

1. Bantuan Nyata untuk Sekolah:

Renovasi & Pembangunan Gedung Sekolah:
Perbaikan fisik terhadap sekolah-sekolah yang rusak atau tidak layak—mulai dari perbaikan atap, dinding, lantai, fasilitas sanitasi/toilet, hingga ruang kelas agar proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi aman dan nyaman.
Pengadaan Sarana & Prasarana Penunjang:
Penyediaan inventaris sekolah seperti meja dan kursi belajar baru, papan tulis, lemari kelas, hingga perangkat teknologi pembelajaran seperti proyektor.
Fasilitas Literasi & Perpustakaan:
Pengadaan atau perbaikan fasilitas sudut baca/perpustakaan sekolah beserta penyediaan buku-buku bacaan.

Bantuan Nyata untuk Murid-Murid:

Penyaluran Beasiswa:

Pemberian bantuan dana pendidikan (beasiswa) bagi murid-murid berprestasi maupun murid dari keluarga pra-sejahtera/kurang mampu untuk meringankan beban biaya pendidikan.
Perlengkapan Belajar:
Pembagian school kit gratis berupa tas sekolah, alat tulis, dan buku pendukung.
Kelas Inspirasi & Edukasi Finansial:
Pelibatan karyawan BRI (Relawan BRI) yang datang langsung ke sekolah untuk membagikan materi literasi keuangan dasar (seperti pentingnya menabung sejak dini) serta memberikan motivasi pengenalan berbagai profesi.


2. Sasaran dan Kriteria Penerima Bantuan

BRI Peduli menyalurkan bantuan ini secara terarah dengan prioritas kriteria sebagai berikut:

Jenjang Sekolah:
Utama pada tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri atau sekolah setara yang membutuhkan perbaikan mendesak.
Kondisi Fisik Bangunan:
Bangunan sekolah mengalami kerusakan fisik, kurang layak, atau berisiko membahayakan keselamatan murid dan guru.
Lokasi Geografis:
Diprioritaskan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kawasan perbatasan antar-negara (tapal batas), serta wilayah pedosroan yang minim akses pembangunan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.