Arogansi NZ Hina Pasien BPJS Hingga Meninggal: Ternyata Anak Anggota DPRD, Terancam Dipecat!
Budi Sam Law Malau August 07, 2026 04:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, TASIKMALAYA -- Gelombang amarah publik membuncah setelah kepergian Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS, pada Jumat (31/7/2026).

Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum sempat mencurahkan kepiluannya di platform Threads mengenai sulitnya mendapatkan kamar perawatan rumah sakit sebagai pasien BPJS.

Namun, bukannya empati yang didapat, curhatan itu justru dibalas kalimat penuh kejiwaan yang ketus dan kasar oleh seorang wanita berinisial NZ, staf RSUD Tasikmalaya.

"Yuris org miskin harta miskin akal tp pgn di istimewain... LO G*BL*K BANYAK B*C*T," tulis NZ dalam unggahan yang mendadak viral.dan memicu simpati sekaligus murka netizen se-Nusantara.

Seiring mengalirnya kecaman, tabir identitas NZ perlahan terkuak.

Baca juga: Pasien BPJS Wafat Usai Dicibir Nakes, Gubernur Pramono Minta Dinkes DKI Tindak Tegas

Usut punya usut, NZ merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya—rumah sakit rujukan utama tipe B di kawasan Priangan Timur.

Lebih mengejutkan lagi, wanita tersebut ternyata putri sulung dari Ade Lukman, seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

Kehancuran Hati Sang Ayah

Kenyataan pahit ini menjadi pukulan telak bagi sang ayah.

Sebagai wakil rakyat, Ade Lukman tak mampu menyembunyikan rasa malu dan penyesalannya atas kelakuan sang anak yang mencoreng perasaan masyarakat kecil.

Dengan nada suara bergetar, Ade menyampaikan permohonan maaf terbuka atas perbuatan putrinya yang dinilai sangat nir-empati tersebut.

"Oh, yang di rumah sakit benar anak saya. Bahkan saya kaget, seperti tersedak, dan terpukul sekali sebagai orang tua. Rasanya seperti mau menangis mendengarnya," ucap Ade Lukman mengungkapkan rasa syoknya.

Bukan Nakes, Tapi Merusak Citra Rumah Sakit

Penjelasan resmi turut disampaikan oleh Direktur Utama RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi.

Ia mengklarifikasi kekeliruan persepsi publik yang sempat mengira NZ adalah seorang tenaga kesehatan (nakes).

NZ sebenarnya bertugas di bagian administrasi pelayanan.

Meski bukan seorang nakes, manajemen RSUD menarik garis tegas.

Tindakan NZ dinilai telah menghancurkan reputasi rumah sakit yang telah dibangun dengan susah payah.

"Kami susah payah membangun citra rumah sakit, tetapi bisa dirusak oleh satu orang. Ini menjadi introspeksi bagi kami semua," ujar Budi Tirmadi penuh penyesalan.

Ancaman Pemutusan Kontrak Kerja

Nasib karir NZ kini berada di ujung tanduk.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara, mengonfirmasi bahwa investigasi bersama Inspektorat sedang berjalan intensif untuk mengusut pelanggaran kode etik dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Walaupun statusnya sebagai anak anggota dewan sempat menjadi sorotan, aturan hukum dan disiplin ASN dipastikan tetap berlaku tanpa tebang pilih.

"Ada kemungkinan kontraknya tidak diperpanjang. Namun kami periksa dulu secara cermat melalui tim bentukan Inspektorat untuk menentukan bobot sanksinya, apakah sedang atau berat," tegas Gungun.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi jajaran pelayan publik dan Kemenkes yang terus mengimbau pentingnya tutur kata santun serta rasa empati tinggi.

Terutama saat berhadapan dengan rakyat kecil yang sedang berjuang menaruh harapan hidup di fasilitas kesehatan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.