Lantik Prof Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry, Menteri Agama Tekankan Terobosan
Nur Nihayati August 07, 2026 05:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kembali melantik Prof. Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode 2026–2030.

Pelantikan berlangsung di Operation Room Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026), pukul 15.30 WIB.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan disaksikan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI.

Pada kesempatan yang sama, Menag juga melantik pimpinan tiga perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) lainnya, yakni Rektor IAIN Pontianak, Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, serta Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Baca juga: Kakankemenag Aceh Barat Yakin UIN Ar-Raniry Makin Bersinar di Bawah Rektor Prof Mujiburrahman

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan UIN Ar-Raniry yang menyaksikan prosesi pengambilan sumpah jabatan.

Dengan pelantikan ini, Prof. Mujiburrahman resmi melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rektor UIN Ar-Raniry hingga 2030 untuk meneruskan berbagai program transformasi yang telah berjalan.

Usai melantik para pimpinan PTKN, Menteri Agama meminta mereka segera bergerak menghadirkan perubahan nyata sejak awal masa kepemimpinan.

100 hari pertama

Menurutnya, 100 hari pertama merupakan momentum penting untuk menunjukkan inovasi dan terobosan bagi kemajuan institusi.

"Hari ini adalah hari yang berbahagia, terutama bagi yang telah dilantik. Hari ini argo sudah mulai berjalan.

Seratus hari ke depan harus sudah bisa dihitung apa yang akan dilakukan. Berikan kejutan bagi institusi yang Saudara pimpin," ujar Nasaruddin Umar.

Baca juga: Lima Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ikuti Student Mobility Programme di Malaysia

Menag mengingatkan bahwa memimpin perguruan tinggi memiliki tantangan tersendiri karena harus mengelola komunitas akademik yang kritis. Karena itu, setiap kebijakan harus didasarkan pada pemahaman yang baik terhadap regulasi.

"Pelajari aturan dengan baik agar tidak keliru dalam mengambil kebijakan," pesannya.

Selain itu, Menag juga mengingatkan para rektor bahwa mereka memulai masa kepemimpinan di tengah situasi yang cukup dinamis karena berdekatan dengan agenda pemilihan umum yang berpotensi memengaruhi kehidupan kampus.

"Kalian menjadi rektor pada saat yang kritis karena menjelang pemilu. Tahun depan mungkin sudah mulai terasa.

Siapkan mental menghadapi berbagai dinamika yang mungkin muncul," tegasnya.

Menurut Menag, seorang rektor tidak hanya bertanggung jawab kepada atasan, tetapi juga kepada masyarakat dan umat.

Karena itu, ia berharap para pimpinan PTKN mampu menghadirkan perubahan yang lebih inovatif sekaligus menjaga stabilitas kampus.

Sebelum ditetapkan oleh Menteri Agama, proses penjaringan calon Rektor UIN Ar-Raniry telah melalui sejumlah tahapan di tingkat kampus.

Empat akademisi yang mengikuti proses tersebut ialah Prof. Dr. Muhammad Siddiq, M.H., Ph.D., Prof. Dr. Saifullah, S.Ag., M.Ag., Prof. Dr. Inayatillah, S.Ag., M.Ag., dan Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag.

Seluruh berkas para calon kemudian diserahkan kepada Kementerian Agama RI untuk menjalani proses seleksi hingga akhirnya Menteri Agama menetapkan kembali Prof. Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2026–2030.

Prof. Mujiburrahman pertama kali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry pada 2022. Sebelum menjabat rektor, putra Aceh Besar tersebut merupakan Direktur Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry. (*)

Baca juga: Enam Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terima Beasiswa Amal Salih Syaukath Group

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.