BANGKAPOS.COM - Skuad Singapura memiliki waktu recovery lebih panjang ketimbang Timnas Indonesia untuk menghadapi laga penentuan di Grup A Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026.
Singapura pun telah siap menyambut kedatangan skuad Garuda di Stadion Jalan Besar, markas Timnas Singapura pada Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Kedua tim akan bentrok untuk memperebutkan tiket semi final yang akan digelar dalam format format kandang-tandang (home-away) dalam dua pertandingan. Leg 1 pada 15–16 Agustus 2026 dan Leg 2 pada 18–19 Agustus 2026.
Jelang duel hidup mati besok malam, Kapten Timnas Singapura, Hariss Harun mengungkapkan kondisi tim berjudul The Lions.
Bek senior ini mengatakan rekan-rekan satu timnya menghalami peningkatan rasa percaya diri menjelang bentrokan melawan Rizky Ridho dkk.
"Hasil akhir ini memberi kami kepercayaan diri dalam hal performa. Pujian untuk semua pemain --kami tahu bagaimana kami bersiap dan kami menuntut satu sama lain," kata Hariss Harun, dilansir dari FAS, situs Federasi Sepakbola Singapura.
Kata Hariss, fokus utama skuad The Lions saat ini tertuju sepenuhnya pada persiapan akhir dan pemulihan stamina guna mengamankan tiket ke babak berikutnya.
"Sekarang mengenai memulihkan diri dengan baik, menyegarkan diri kami dan bersiap sebaik mungkin untuk laga melawan Indonesia," kata Hariss Harun.
Pelatih Timnas Singapura Gavin Lee membawa 25 pemain dalam turnamen yang sudah berganti nama menjadi ASEAN Championship 2026.
Dari 25 pemain tersebut, 11 pemain akan didaftarkan menjadi starter melawan Timnas Indonesia.
Mengingat pertandingan ini juga menentukan nasib Singapura, Gavin Lee tentu saja akan menurunkan skuad terbaik.
Singapura mengandalkan kedalaman skuad berpengalaman yang mengombinasikan pemain senior dan yunior.
Pelatih asal Singapura ini kerap menerapkan formasi fleksibel dan pendekatan disiplin bertahan seperti 4-3-3 atau 5-4-1 tergantung situasi pertandingan.
Sebagian besar dari starter yang diturunkan Gavin Lee saat melawan Vietnam yang berakhir imbang tanpa gol, kemungkinan akan diturunkan pada laga pamungkas menghadapi Indonesia.
Gavin Lee diprediksi tetap menjadikan Izwan Mahbud sebagai starter di bawah mistar gawang.
Ia juga membawa kiper veteran berusia 39 tahun, Ridhuan Barudin sebagai sebuah kejutan besar di Piala AFF kali ini.
Barudin masuk daftar 25 nama pemain yang masuk skuad Singapura untuk Piala AFF 2026, menggantikan Rudy Khairullah yang mengalami cedera saat pemusatan latihan beberapa waktu lalu.
Lini pertahanan akan diisi tiga bek yakni Ryhan Stewart, Harhys Stewart, dan Lionel Tan.
Sementara itu Kyoga Nakamura, Song Ui-young, Shah Shahiran, Hariss Harun, dan Jacob Mahler bakal mengisi jajaran geladang.
Dua penyerang yakni Glenn Kweh dan Shawal Anuar akan jadi ujung tombak di lini depan The Lions.
Di antara 11 pemain tersebut, ada beberapa nama pemain senior kenyang pengalaman. Mereka juga sudah sering bertemu Timnas Indonesia di berbagai ajang resmi maupun laga persahabatan.
Hariss Harun yang kini berusia 35 Tahun sebelumnya berposisi sebagai bek, namun kini didorong sebagai gelandang bertahan.
Pemain klub Lion City Sailors FC ini memegang ban kapten di Timnas Singapura.
Hariss Harun memiliki penampilan (caps) terbanyak di skuad The Lions dengan lebih dari 149 penampilan.
Lalu ada Ridhuan Barudin berusia 39 tahun sebagai penjaga gawang.
Kiper Hougang United FC ini merupakan kiper veteran tertua yang dipanggil kembali oleh pelatih Gavin Lee sebagai kejutan besar setelah kiper Rudy Khairullah mengalami cedera jelang turnamen.
Nomor tiga Izwan Mahbud, usianya 36 tahun, berposisi sebagai kiper utama.
Pemain Young Lions FC ini menjadi pahlawan di bawah mistar gawang yang melakukan banyak penyelamatan krusial saat menahan imbang Vietnam 0-0 pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Hanoi.
Shawal Anuar, penyerang berusia 35 tahun yang membela klub Lion City Sailors jadi ujung tombak senior andalan di lini depan untuk membongkar pertahanan lawan.
Selanjutnya ada Song Ui-young pemain naturalisasi asal Lion City Sailors kini berusia 32 tahun.
Satu lagi kiper cadangan klub Tampines Rovers yakni Syazwan Buhari kini memasuki usia tidak muda lagi, 33 tahun.
Gavin Lee juga membawa dua nama pemain muda kelahiran tahun 2008, Luth Harith (bek), dan salah satu talenta mereka yang paling menjanjikan, Nathan Mao.
Nathan Mao sudah menjalani debut bersama skuad senior The Lions pada saat kualifikasi Piala Asia di awal tahun ini.
Hadirnya Nathan dan Harith menggambarkan ruang bagi generasi baru yang diberikan oleh Gavin Lee.
Namun dua pemain ini diprediksi tidak masuk skuad utama saat Singapura bersua Indonesia.
Lee juga membawa lima pemain naturalisasi Singapura yang akan menjadi bagian penting dalam sistem permainannya.
Mereka adalah Kyoga Nakamura (Jepang), Son Ui-young (Korea) yang pernah bermain di Persebaya, Jacob Mahler (berdarah Denmark-Singapura), serta duo saudara: Ryhan Stewart dan Harhys Stewart (keturunan Wales).
Menariknya, dari 25 pemain yang dibawa Gavin Lee, ia tampaknya lebih mengandalkan di sisi pertahanan dan lini tengah.
Sebanyak masing-masing sembilan bek dan gelandang, sementara hanya dua pemain yang memiliki posisi murni sebagai penyerang, yaitu Ilhan Fandi dan Shawal Anuar.
Pilihannya mengindikasikan bahwa Singapura kemungkinan akan bermain pragmatis dan mengandalkan kontribusi dari gelandang dalam proses serangan mereka untuk mencetak gol.
Gavin Lee menerapkan strategi jitu kala menahan imbang Vietnam 0-0 pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026.
Strategi itu membuat pemain Vietnam frustrasi sehingga kehilangan akal dan tak mampu membobol gawang The Lions.
Taktik jitu inilah yang kini jadi sorotan pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Karena itu, eks pelatih Timnas Kanada asal Inggris ini mewanti-wanti tim asuhannya jelang duel pamungkas Grup A.
Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura di laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura pada Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Pertandingan ini merupakan laga hidup mati bagi kedua tim.
Apa strategi Gavin Lee yang jadi perhatian serius John Herdman?
Keberhasilan mereka menahan imbang Vietnam tanpa gol menjadi bukti ketangguhan barisan pertahanan Singapura.
Apa yang membuat Singapura berubah begitu drastis? Jawabannya ada pada pendekatan Gavin Lee.
Tim asuhan Kim Sang-sik tampil mendominasi penguasaan bola, menciptakan berbagai peluang emas di kotak penalti maupun spekulasi dari luar kotak 16 pass, namun tidak membuahkan hasil sehingga laga berakhir dengan skor 0-0.
Pelatih Singapura, Gavin Lee memiliki struktur permainan yang jelas. Bukan hanya di level timnas bersama Singapura saat ini, melainkan sudah terlihat sejak menangani Tampines Rovers.
Singapura tidak menekan sepanjang pertandingan. Mereka menunggu momen tertentu, seperti ketika lawan melakukan kontrol bola yang buruk atau mengirim umpan ke area yang mudah ditekan, baru kemudian melakukan pressing secara kolektif.
Jarak antarlini mereka tetap rapat sehingga ruang di area tengah sulit dieksploitasi lawan. Vietnam akhirnya lebih sering dipaksa mengalirkan bola ke sisi lapangan atau melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Singapura rela memberikan penguasaan bola kepada lawan selama organisasi pertahanan mereka tetap terjaga.
Hal itu tercermin saat melawan Vietnam karena mereka bermain disiplin dan tidak kehilangan organisasi selama 90 menit waktu pertandingan.
Bahkan dalam beberapa kesempatan Singapura hampir mencuri gol lewat skenario serangan balik.
Jika dua laga awal menunjukkan Singapura mulai menemukan ritme, maka duel melawan Vietnam menjadi bukti bahwa struktur permainan Gavin Lee mulai matang.
"Pertandingan ini (lawan Vietnam) menunjukkan tanda-tanda kemajuan," kata Gavin Lee usai melawan Vietnam, dikutip dari VN Express.
"Kami bermain bagus, bertahan dengan gigih, dan menciptakan beberapa peluang berbahaya," sambungnya.
Dalam pertandingan itu, Singapura memulai permainan dengan baik, sebelum diambil alih oleh Vietnam yang intens menekan jelang babak pertama selesai.
Namun setelah jeda turun minum, permainan Singapura lebih cair dan lebih lengkap daripada sebelumnya.
"Secara keseluruhan, kami mampu mengendalikan situasi. Para pemain menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa, dan bahkan di tahap akhir pertandingan kami mampu menyesuaikan pendekatan menyerang kami," bebernya.
"Itu mencerminkan ketenangan dan komitmen kami terhadap rencana permainan," jelasnya.
Fenomena ini sebenarnya pernah diungkapkan John Herdman sebelum Timnas Indonesia melawan Timor Leste.
Menurut pelatih Timnas Indonesia tersebut, sebuah tim biasanya baru menunjukkan bentuk permainan terbaiknya setelah menjalani satu atau dua pertandingan dalam turnamen singkat.
Apa yang diperlihatkan Singapura sejauh ini seolah membenarkan teori tersebut. Dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya mereka lebih kuat, dan tidak menutup kemungkinan untuk merepotkan Timnas Indonesia pada laga pamungkas sebagai klimaksnya.
Jika Singapura mampu mempertahankan organisasi pertahanan seperti saat menahan Vietnam, Indonesia berpotensi menghadapi pertandingan paling sulit di fase grup.
Terlebih, hasil imbang saja sudah cukup mengantar Singapura ke semifinal sehingga mereka tidak perlu mengambil risiko bermain terlalu terbuka.
Pelatih muda berusia 35 tahun tersebut mengungkapkan, ketenangan di pinggir lapangan dapat membantunya mengambil keputusan taktis terhadap para pemain dan rencana permainan timnya.
"Tetap tetang memungkinkan saya untuk membaca permainan dengan lebih jelas dan memberikan contoh bagi para pemain," ungkapnya.
Ketenangan sang pelatih mengalir kepada anak asuhnya yang berjuang di lapangan sehingga dapat menghasilkan dampak positif.
Singapura belum pernah mengalahkan Vietnam sejak tahun 1998 (laga final) yang mana mereka keluar sebagai juara.
Sebelum pertandingan kemarin, Singapura hanya sekali terhindari dari kekalahan dalam enam pertemuan sebelumnya melawan Vietnam sejak tahun 2010.
Sementara melawan Timnas secara historis Singapura memang masih unggul dengan lima kemenangan dari 11 pertemuan melawan Indonesia di Piala AFF.
Namun tren dalam beberapa tahun terakhir mulai berubah. Indonesia tak terkalahkan dalam dua pertemuan terakhir di semifinal AFF 2020, sementara kemenangan terakhir Singapura terjadi pada fase grup edisi 2018.
Dengan perkembangan performa kedua tim saat ini, rekor masa lalu memberi sedikit konteks, tetapi tidak lagi menjadi penentu utama kekuatan kedua tim.
Singapura kemungkinan akan bertahan sangat dalam dan memaksa Timnas Indonesia membongkar blok rendah mereka.
Ini akan menjadi ujian kesabaran sekaligus kreativitas lini depan skuad John Herdman. Jika Indonesia gagal mencetak gol lebih dulu, laga berpotensi berkembang menjadi pertarungan taktik yang menguras kesabaran hingga menit-menit akhir.
Singapura (3-5-2)
Indonesia (3-4-3):
Daftar 25 pemain Singapura Untuk Piala AFF 2025
Kiper
Bek
Gelandang
Penyerang
5 Pertemuan Terakhir Indonesia vs Singapura
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026
1. Vietnam: Main 3, Menang 2, Seri 1, Kalah 0, Selisih Gol +10, Poin 7
2. Singapura: Main 3, Menang 2, Seri 1, Kalah 0, Selisih Gol +3, Poin 7
3. Indonesia: Main 3, Menang 2, Seri 0, Kalah 1, Selisih Gol +4, Poin 6
4. Kamboja: Main 3, Menang 1, Seri 0, Kalah 2, Selisih Gol -2, Poin 3
5. Timor Leste: Main 4, Menang 0, Seri 0, Kalah 4, Selisih Gol -15, Poin 0
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Bolasport.com)