SURYAMALANG.COM, GIANYAR - Persebaya Surabaya sukses menyabet gelar juara Piala Presiden 2026 usai menumbangkan Persib Bandung lewat drama adu penalti 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Kamis (6/8/2026) malam.
Keberhasilan ini membuat pelatih Bernardo Tavares meneteskan air mata haru karena berhasil mempersembahkan trofi turnamen mayor pertama bagi tim Bajul Ijo.
Pencapaian manis tersebut sekaligus mengakhiri dahaga panjang Persebaya yang telah dinantikan selama 22 tahun sejak terakhir kali menjuarai kompetisi teratas pada 2004.
Kemenangan Persebaya tidak luput dari sosok Reza Arya.
Kiper Persebaya ini berhasil menepis tendangan penendang penalti ketujuh Persib, Hamra Hehanussa, yang membuat tangis Bernardo Tavares pecah seketika.
Tepisan Reza Arya memastikan Persebaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 dalam drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Pencapaian ini menjadi gelar pertama Bernardo Tavares sejak bergabung dengan Persebaya pada pertengahan musim 2025/2026 lalu.
Ketegangan sudah diperlihatkan juru taktik asal Portugal tersebut sejak memasuki babak adu penalti.
Berdiri bergandengan dengan manajer Persebaya, Sidiq Maulana Tualeka, beserta para asistennya, Tavares terlihat beberapa kali menghembuskan napas panjang setiap kali pemain Persebaya mengeksekusi tendangan.
Persebaya sempat tampil percaya diri di awal babak adu penalti lantaran Reza Arya berhasil menepis tendangan pemain Persib, Uilliam Barros.
Namun, situasi berbalik usai kiper Persib menepis eksekusi penendang kelima Persebaya, Yuran Fernandes, yang membuat kedudukan imbang 4-4.
Persebaya pun berbalik tertekan, terlebih penendang kelima Persib, Dedi Kusnandar, berhasil mencetak gol dan membuat Persib berbalik unggul.
Beruntung setelahnya, penendang keenam dan ketujuh Persebaya, Welber Mota serta Gledson, sukses menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Reza Arya tampil menjadi pahlawan dengan menepis tendangan penendang ketujuh Persib, Hamra Hehanussa, yang mengakhiri laga dengan skor 5-6 (1-1) untuk kemenangan Persebaya.
Bernardo Tavares mengaku sangat bangga dengan perjuangan para pemainnya yang berhasil menjadi juara Piala Presiden 2026.
"Kami perlu menghormati tim lawan, sangat sulit kalah adu penalti di final. Sayangnya di kompetisi lain saya sudah pernah kalah adu penalti, jadi saya mengerti perasaan mereka," kata Bernardo Tavares setelah pertandingan.
"Saya sangat bangga dengan tim saya, dengan para pemain saya, karena selama 22 tahun Persebaya tidak memenangkan trofi besar," tambahnya.
Baca juga: Kalahkan Arema FC, Persija Jakarta Raih Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026
Sebagai informasi, Persebaya terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada edisi 2004 silam dan setelahnya mengalami puasa gelar trofi mayor.
Pada tahun 2020, Persebaya sempat meraih gelar juara, tetapi dalam ajang regional Piala Gubernur Jatim.
"Jadi saya harap Bonek dan Bonita menghargai sikap para pemain ini, karena mereka pantas mendapatkannya," ucap pelatih berusia 46 tahun itu.
"Tidak mudah bermain, dan tidak punya waktu untuk pulih. Saya pikir malam ini adalah malam yang fantastis. Terima kasih Bonek, dan terima kasih kepada tim saya, karena mereka berjuang sampai akhir," pungkas Bernardo Tavares.
Selama pertandingan waktu normal, Persebaya sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Ramadhan Sananta pada menit ke-20. Namun, Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Matricardi di menit ke-24.
Sebelum melakoni drama adu penalti, kedua tim tampil spartan.
Mengawali babak kedua, Persebaya memasukkan Reza Arya untuk menggantikan Ernando Ari di bawah mistar gawang.
Tempo permainan langsung berjalan cepat dengan aksi saling serang, meski belum ada peluang bersih hingga menit ke-55.
Tak kunjung mengubah situasi, Persebaya merotasi tiga pemain sekaligus pada menit ke-65 dengan memasukkan Toni Firmansyah, Ricky Pratama, dan Yann Mabella untuk menggantikan Rachmat Irianto, Malik Risaldi, serta Arief Catur.
Masuknya tenaga baru membuat Persebaya mendominasi permainan.
Terus ditekan, Persib merespons dengan memasukkan Peralta dan Julio Cesar pada menit ke-70.
Perubahan ini membuat pertandingan kembali menarik di 15 menit terakhir babak kedua.
Baca juga: Susunan Pemain Persija Jakarta Vs Arema FC, Perebutan Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026
Persebaya sempat mendapat peluang pada menit ke-84 lewat eksekusi tendangan bebas Risto Mitrevski, namun bola hanya menyamping tipis di sisi kanan gawang Persib.
Di ujung babak kedua, Persib ganti menekan namun kesulitan menembus barikade pertahanan Persebaya, sehingga skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Laga pun terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan waktu 2x15 menit.
Pada babak extra time, kedua tim yang mulai kehabisan tenaga tampak menurunkan tempo permainan.
Akibat kelelahan, banyak pemain melakukan kesalahan sendiri sehingga tak ada peluang berbahaya tercipta hingga menit ke-105.
Persebaya yang terus menekan mendapat peluang emas pada menit ke-108 melalui tendangan bebas Jefferson Silva, tetapi bola masih sanggup dihalau Teja Paku Alam.
Persib kemudian harus bermain dengan 10 pemain setelah Peralta diganjar kartu merah langsung oleh wasit Rio Permana pada menit ke-113 usai peninjauan VAR akibat pelanggaran keras terhadap Rivera.
Baca juga: Hadapi Persib di Final Piala Presiden 2026, Pelatih Persebaya Sudah Siapkan Strategi Khusus
Unggul jumlah pemain di sisa waktu, Persebaya berusaha memanfaatkan momentum. Namun hingga menit ke-120 tak ada tambahan gol yang tercipta, sehingga skor 1-1 menjadi hasil akhir dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu penalti yang berlangsung tegang, Reza Arya tampil tenang dengan menepis dua eksekusi pemain Persib.
Sementara kiper Persib hanya mampu menepis satu tendangan dari total tujuh penendang Persebaya, hingga laga berakhir 5-6 untuk keunggulan Persebaya sekaligus memastikan trofi juara.
Ini menjadi gelar juara pertama bagi Persebaya sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Presiden, setelah pencapaian tertinggi sebelumnya hanya menjadi runner-up pada edisi 2019.